
Jurus Confluent Bantu CIO Siapkan Data Real-Time untuk AI
Confluent membangun Streamhouse, sebuah arsitektur data baru yang menjaga konteks bisnis tetap terkini bagi agen AI, aplikasi dan analitik saat mereka mengambil keputusan dan bertindak.

Confluent membangun Streamhouse, sebuah arsitektur data baru yang menjaga konteks bisnis tetap terkini bagi agen AI, aplikasi dan analitik saat mereka mengambil keputusan dan bertindak.

Di tengah gempuran ancaman siber dan desakan adopsi AI, kekacauan data internal kini mengancam anggaran dan keamanan perusahaan, menuntut para CIO untuk segera menegakkan otoritas data sebagai benteng pertahanan utama.

Adopsi yang terburu-buru kini membuat banyak departemen IT terjebak dalam pemeliharaan sistem yang mahal, rentan dari sisi keamanan, dan miskin pengawasan.

Tanpa fondasi kepercayaan yang kokoh, potensi transformatif AI dikhawatirkan akan berjalan di tempat atau menghadapi hambatan serius di berbagai lini industri.

Alih-alih membangun infrastruktur agentic AI dari nol, banyak perusahaan kini melirik solusi siap pakai dari vendor untuk menekan biaya, meminimalkan kendala teknis, dan mempercepat waktu penerapan.

Laporan terbaru PwC mengungkapkan bahwa banyak perusahaan belum siap melindungi sistem perusahaannya dari serangan siber berbasis AI.

Bahkan, para pemimpin teknologi kini menghabiskan dana 18 kali lipat lebih banyak untuk AI dibanding dua tahun lalu.

Unilever menegaskan bahwa kunci kesuksesan pemanfaatan teknologi ini terletak pada integrasi yang erat dengan strategi bisnis secara keseluruhan.

Berbeda dari perangkat lunak konvensional, AI generatif tidak selalu memberikan jawaban yang seragam untuk pertanyaan yang sama. Teknologi ini kerap menghasilkan jawaban keliru yang disampaikan dengan nada sangat percaya diri dan meyakinkan.
WhatsApp us