IBM Sovereign Core, Solusi Kendali Data dan AI untuk Era Digital 2026
Di tengah masifnya adopsi Kecerdasan Buatan (AI) yang kian tak terbendung, isu kedaulatan digital (digital sovereignty) kini bergeser dari sekadar
Di tengah masifnya adopsi Kecerdasan Buatan (AI) yang kian tak terbendung, isu kedaulatan digital (digital sovereignty) kini bergeser dari sekadar

Dalam ajang konferensi tahunan Think 2026, raksasa teknologi IBM resmi mengumumkan ekspansi besar-besaran untuk meningkatkan kapabilitas kecerdasan buatan (AI) perusahaan dan manajemen hybrid cloud.

Sebagai lembaga pemikir (think tank), IBM Institute for Business Value terus berkomitmen memadukan riset global dan data kinerja industri dengan kepakaran akademisi serta praktisi terkemuka guna menyajikan analisis strategis bagi para pemimpin bisnis di seluruh penjuru dunia.
Amazon Web Services (AWS) resmi meluncurkan aplikasi desktop Amazon Quick, sebuah platform AI berbasis agen (agentic AI) yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan skala korporasi.

Google Cloud resmi memperkenalkan Gemini Enterprise Agent Platform dalam ajang Google Cloud Next ’26 di Las Vegas. Peluncuran ini bukan sekadar pembaruan produk, melainkan sinyal kuat pergeseran paradigma industri: dari sekadar penggunaan AI generatif menuju era Agentic Enterprise.

Di tengah hiruk-pikuk adopsi kecerdasan buatan (AI), banyak organisasi beranggapan mengotomatisasi proses bisnis sudahlah cukup. Padahal, sering kali proses yang

Banyak perusahaan terjebak dalam pola pikir “asal ada AI”. Doug Gilbert (CIO dan Chief Digital Officer Sutherland) mencatat bahwa implementasi AI saat ini memiliki tingkat kegagalan hingga 90 persen.
Anthropic resmi memperkenalkan “Claude Design,” sebuah produk eksperimental yang memungkinkan pengguna menciptakan berbagai aset visual, mulai dari prototipe aplikasi, slide presentasi, hingga one-pager hanya melalui perintah teks.

Namun di sisi lain, tumpukan data tak terstruktur yang menjadi “bahan bakar” mesin AI tersebut kian tak terkendali sehingga menciptakan risiko keamanan yang justru mengancam kemajuan teknologi itu sendiri.
WhatsApp us