
IBM Think on Tour Singapore: Saatnya Mendapatkan Manfaat Maksimal dari AI
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari implementasi AI, organisasi harus mengubah cara mereka beroperasi

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari implementasi AI, organisasi harus mengubah cara mereka beroperasi

Saat perusahaan-perusahaan berlomba-lomba mengadopsi sistem berbasis AI (AI-first), sebagian dari mereka justru menyadari bahwa satu hal yang paling sulit ditiru oleh AI adalah apa yang telah dibangun oleh para pekerja berpengalaman selama puluhan tahun.

Berdasarkan survei State of the CIO 2026 dari CIO.com, sebanyak 82 persen CIO bertanggung jawab langsung meriset dan mengevaluasi produk AI. Dominasi tersebut kian nyata karena 78 persen pemimpin IT menyatakan departemen mereka bertindak sebagai motor penggerak adopsi AI, sementara unit bisnis lainnya tinggal menyelaraskan strategi yang ada.

Dalam laporannya, ledakan kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI compute) diprediksi bakal mendongkrak kapasitas listrik pusat data hingga menyentuh angka 200 gigawatt dalam satu dekade ke depan.

Kendati demikian, riset terbaru mengungkap fakta menarik bahwa adopsi teknologi AI belum tentu langsung memangkas biaya operasional atau menghemat waktu seperti ekspektasi semula.

Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) terutama dengan munculnya tren agen AI, para pemimpin teknologi (CIO) kini menghadapi dilema

Dunia rekayasa perangkat lunak (software engineering) kini berada di ambang transformasi besar. Alih-alih terancam punah, peran insinyur justru mengalami pergeseran

Accenture resmi menjalin kemitraan strategis dengan Google Cloud untuk meluncurkan serangkaian perangkat agentic AI (Agen AI) yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan bisnis

Laporan terbaru dari Financial Conduct Authority (FCA), otoritas pengawas keuangan utama di Inggris, menyoroti bahwa regulasi akan memainkan peran ganda sebagai akselerator sekaligus pembatas dalam perkembangan AI di sektor keuangan.
WhatsApp us