

Di tengah lanskap teknologi yang bergerak cepat, raksasa penyedia manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management atau CRM) itu resmi memperkenalkan lapisan konektif (connective layer) bernama AIforce.

Kehadiran agentic AI atau sistem kecerdasan buatan otonom memaksa para pemimpin teknologi (CIO) untuk segera merombak agenda pelatihan dan pengembangan karier di perusahaan.

Langkah ini juga membantu CIO memulai dari proyek-proyek berisiko rendah, menguji apa yang berhasil, dan memperkuat tata kelola sebelum menerapkan AI ke area organisasi yang lebih sensitif.

Konsep sovereign AI (kecerdasan buatan berdaulat) kian mencuat sebagai strategi jangka panjang untuk mengelola biaya, menjaga privasi data, dan menghindari ketergantungan penuh pada vendor tertentu (vendor lock-in).

Riset terbaru Bain & Co menunjukkan teknologi AI bakal merombak hampir tiga perempat sektor bisnis global menjelang 2035, dengan total potensi keuntungan korporasi menyentuh USD4,7 triliun.

Frontier AI membawa gelombang ancaman cyber security baru. Bagaimana mengatasinya?
WhatsApp us