

Laporan terbaru PwC mengungkapkan bahwa banyak perusahaan belum siap melindungi sistem perusahaannya dari serangan siber berbasis AI.

Bahkan, para pemimpin teknologi kini menghabiskan dana 18 kali lipat lebih banyak untuk AI dibanding dua tahun lalu.

Unilever menegaskan bahwa kunci kesuksesan pemanfaatan teknologi ini terletak pada integrasi yang erat dengan strategi bisnis secara keseluruhan.

Berbeda dari perangkat lunak konvensional, AI generatif tidak selalu memberikan jawaban yang seragam untuk pertanyaan yang sama. Teknologi ini kerap menghasilkan jawaban keliru yang disampaikan dengan nada sangat percaya diri dan meyakinkan.

Hanya 4 persen dari total CIO yang melaporkan bahwa mereka telah memiliki rencana konkret untuk menata ulang peran pekerjaan untuk mengakomodasi tenaga kerja hibrida antara manusia dan agen AI.

Grant Thornton mengungkap sebuah ironi yaitu banyak organisasi masih menyimpan celah menganga dalam program manajemen risiko dan tata kelola mereka.
WhatsApp us