

Laporan terbaru dari Financial Conduct Authority (FCA), otoritas pengawas keuangan utama di Inggris, menyoroti bahwa regulasi akan memainkan peran ganda sebagai akselerator sekaligus pembatas dalam perkembangan AI di sektor keuangan.

Menurut Gartner, penyedia SaaS yang mampu memberikan alur kerja otonom secara end-to-end dengan penekanan pada orkestrasi lintas sistem akan memenangkan persaingan.

Sebanyak 73 persen dari seluruh lowongan kerja teknologi kini mencantumkan keterampilan AI sebagai persyaratan utama. Angka ini melonjak tajam dibandingkan Januari 2024 yang hanya berada di kisaran 15 persen.

Dalam studinya, 94 persen pemimpin SDM (HR) meyakini bahwa dalam lima tahun ke depan, perusahaan akan mampu menciptakan peran pemula (entry-level) yang benar-benar baru. Bukan lagi sekadar mengerjakan tugas-tugas administratif rutin, 96 persen responden memprediksi posisi entry-level akan berevolusi menjadi peran pengawasan atau manajemen sistem AI.

Berdasarkan analisis CompTIA terhadap data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) yang dirilis Kamis lalu, para pemberi kerja dari berbagai industri berhasil menyerap hampir 50.000 tenaga kerja IT baru sepanjang Juni.
Di satu sisi, adopsi kecerdasan buatan (AI) melaju kencang demi menjaga daya saing. Namun di sisi lain, kepercayaan terhadap sistem otonom tersebut masih berada di titik yang mengkhawatirkan.
WhatsApp us