Sebanyak 12 IT Leaders perusahaan Indonesia meraih penghargaan pada ajang World CIO 200 Grand Finale 2026 yang berlangsung di Sri Lanka, pada 22-24 September 2026.
Penghargaan ini menandai apresiasi komunitas global terhadap pencapaian IT Leaders perusahaan Indonesia dalam memanfaatkan teknologi yang berdampak bagi masyarakat luas.
Mereka yang mendapat penghargaan adalah:
- Andri Hidayat (Integrated Solution & Diagnostics Director – PT Prodia Widyahusada Tbk)
- David Formula (Chief Information Officer – PT Bank Central Asia Tbk)
- Dr. Irvan Btian Arief (Vice President of Data and AI (tiket.com) and Head of Data Science Blibli.com)
- Edy Susanto (CIO PT Trans Retail Indonesia)
- Hendy Harianto (Group CIO – Meratus Group and President Global CIO Forum Indonesia Chapter)
- Ichwan Peryana (Co-Founder & Director Pinjam Modal and Vice President Global CIO Forum Indonesia Chapter)
- Josafat Moeljono (Group IT Director – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk)
- Regent Chowin (Head of Support Services – PT J Resources Nusantara)
- Sudarto Unsurlany (Head of ICT Operations & Digitalization and Vice President Global CIO Forum Indonesia Chapter)
- Vinardo Susanto (Group IT Director – PT Asiacross Investindo)
- Yessie Dianty Yosetya (Director & Chief Information Technology Officer – PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk)
- Yudhistira Nugraha (Head of the Bureau of Communication and Public Relations at the Ministry of Primary and Secondary Education Republic of Indonesia)
World CIO 200 Grand Finale 2026 sendiri adalah acara tahunan yang mempertemukan ratusan pemimpin tertinggi di pemerintahan, teknologi, dan inovator dari berbagai negara. Acara ini menjadi puncak kegiatan dari rangkaian acara yang berlangsung sejak awal tahun 2026 di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Ada alasan tersendiri mengapa Sri Lanka ditunjuk menjadi tuan rumah World CIO 200 Grand Finale tahun ini. Seperti diungkap PM Sri Lanka, Harini Amarasuriya, negaranya saat ini sedang giat mendorong perkembangan ekonomi digital.
“Saat ini, industri teknologi Sri Lanka telah menyumbang pendapatan ekspor US$1,5 miliar, yang didukung oleh lebih dari 175 ribu IT professional,” ungkap Harini. “Angka ini menunjukkan kapabilitas pelaku teknologi Sri Lanka dalam bersaing di pasar global,” tambah Harini.
Harini berharap, World CIO 200 Grand Finale 2026 menciptakan momentum kolaborasi demi kemajuan bersama. “Sri Lanka siap bergandeng tangan dengan komunitas teknologi global sebagai mitra inovasi, pengetahuan, dan kemajuan bersama,” ungkap Harini.
Mendapat Kesempatan Berbagi
Pada acara tersebut, dua IT Leaders Indonesia juga mendapat kesempatan membagikan pengalamannya kepada peserta yang berasal dari lebih 60 negara tersebut.
Yang pertama adalah Yudhistira Nugraha (Head of the Bureau of Communication and Public Relations at the Ministry of Primary and Secondary Education Republic of Indonesia). Pria yang sebelumnya bekerja di Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Jakarta Smart City ini berbagi pengalamannya di panel diskusi bertema Government Without Borders: Who Will Build the World’s Next Digital Nation?.
Dalam diskusi tersebut, Yudhistira menggambarkan inisiatif teknologi yang berdampak bagi masyarakat. Contohnya akun belajar.id yang menjadi akun tunggal bagi siswa, guru, serta pemangku kepentingan lainnya untuk dapat mengakses platform pendidikan Indonesia.
“Implementasi belajar.id menunjukkan potensi solusi identitas tunggal dalam membangun ekosistem digital sebuah bangsa,” ungkap Yudhistira.
Yudhistira juga menyebut pentingnya mempelajari implementasi teknologi dari negara lain. “Namun prinsip utamanya adalah mengadopsi prinsip kerjanya, bukan sekadar meniru sistemnya secara langsung,” tambah Yudhistira. Hal ini menjadi penting mengingat setiap negara memiliki karakteristik yang unik, serta memiliki sumber daya yang beragam.
Perwakilan Indonesia yang juga mendapat kesempatan berbagi kepada peserta adalah Yessie Yosetya (Director & ChIef Information Technology Officer – PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk). Yessie menjadi panelis di sesi berjudul Women in Technology: From Seat at the Table to Power at the Table.
Diskusi ini membahas peran perempuan dalam menentukan strategi serta investasi teknologi, dan bukan sebatas pemenuhan kuota (seat at the table).
Yessie sendiri meyakini, perempuan memiliki kemampuan unik sebagai pemimpin. “Karena perempuan memiliki kemampuan khusus dalam hal antisipasi dan memahami sebab-akibat,” ungkap Yessie.
Kelebihan ini membuat setiap keputusan menjadi lebih akurat dan mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Untuk meningkatkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan, Yessie mendorong terciptanya ekosistem yang mendukung.
“Karena meningkatkan peran perempuan tidak bisa mengandalkan inisiatif individu. Organisasi dan pemerintah harus merancang kebijakan yang mendukung,” tambah Yessie.
Berdampak di Level Global
Hendy Harianto (Group CIO Meratus Group sekaligus President Global CIO Forum Indonesia Chapter) menyebut World CIO 200 Grand Finale 2026 menjadi bukti kemampuan IT Leaders Indonesia di level global.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus membangun komunitas Global CIO Forum Indonesia sebagai platform bagi petinggi teknologi untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, serta menciptakan dampak bagi masyarakat,” ungkap Hendy.
Komitmen yang sama juga diungkap Sudarto Unsurlany (Head of ICT Operations & Digitalization Petrosea sekaligus VP Global CIO Forum Indonesia Chapter).
“Kami ingin membawa lebih banyak petinggi teknologi Indonesia ke level global, sekaligus membawa perspektif dan kesempatan global ke tanah air,” ungkap Sudarto.
Sementara Ichwan Peryana (Co-Founder and Director Pinjam Modal sekaligus VP Global CIO Forum Indonesia Chapter) menekankan pentingnya mempersiapkan generasi petinggi teknologi masa depan.
“Kami ingin komunitas ini dapat menjadi ruang kolaborasi bagi petinggi teknologi Indonesia dalam mempersiapkan generasi selanjutnya, sehingga kami bisa mendorong transformasi digital di Indonesia,” ungkap Ichwan.


