Bukan Pengganti, AI Justru Ubah Peran Staf Pemula Jadi Pengendali Sistem

Dalam studinya, 94 persen pemimpin SDM (HR) meyakini bahwa dalam lima tahun ke depan, perusahaan akan mampu menciptakan peran pemula (entry-level) yang benar-benar baru. Bukan lagi sekadar mengerjakan tugas-tugas administratif rutin, 96 persen responden memprediksi posisi entry-level akan berevolusi menjadi peran pengawasan atau manajemen sistem AI.
Sektor IT Kembali Bergairah, Automasi AI Justru Genjot Lapangan Kerja Baru?

Berdasarkan analisis CompTIA terhadap data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) yang dirilis Kamis lalu, para pemberi kerja dari berbagai industri berhasil menyerap hampir 50.000 tenaga kerja IT baru sepanjang Juni.
Ragu tapi Butuh!, Mengapa Perusahaan Tetap Pacu AI Otonom di Tengah Krisis Kepercayaan?
Di satu sisi, adopsi kecerdasan buatan (AI) melaju kencang demi menjaga daya saing. Namun di sisi lain, kepercayaan terhadap sistem otonom tersebut masih berada di titik yang mengkhawatirkan.
Mengapa Memangkas Tim IT Junior Adalah Langkah Bunuh Diri?

Mereka terjebak antara godaan memangkas biaya operasional dengan mengganti peran junior menggunakan AI, atau mempertaruhkan masa depan perusahaan demi efisiensi jangka pendek yang menyesatkan.
ERP Indonesia Terapkan BZone IT Inventory di Mattel Indonesia

ERP Indonesia akan terus mengembangkan BZone untuk membantu perusahaan manufaktur mengintegrasikan proses operasional, memenuhi tuntutan kepatuhan regulasi, serta mempercepat transformasi digital.
Sambut Era Agentic Commerce, Checkout.com Pakai Azure Transformasi Pembayaran Global

Checkout.com telah mengoperasikan platform berbasis ML untuk meningkatkan tingkat penerimaan (acceptance rate) transaksi secara real-time.
Mengapa CEO dan CIO Belum Sepaham Soal AI?

Untuk mencapai keselarasan tersebut, perusahaan perlu menerapkan metrik bersama, meningkatkan komunikasi progres teknis, serta memperkuat tata kelola yang konsisten.
Saat Agen AI Mulai Menguasai Internet, Siapa yang Bisa Kita Percaya?

Saat ini, Linux Foundation telah membuka pintu bagi pelaku industri, pakar keamanan, pengembang AI, serta penyedia infrastruktur untuk memberikan masukan.
Mengapa Investasi AI Saja Tak Cukup untuk Transformasi Bisnis?

Laporan terbaru dari Publicis Sapient, yang menyurvei 1.550 pengambil keputusan teknologi tingkat perusahaan, mengungkapkan celah lebar antara ambisi adopsi dan kesiapan organisasi.
Paradoks AI: Semakin Pintar Sistem, Semakin Rentan Pertahanan Anda

Dunia korporasi kini sedang dilanda euforia kecerdasan buatan (AI). Berbagai lini bisnis berlomba mengintegrasikan teknologi ini untuk mendongkrak produktivitas. Namun, di balik janji efisiensi tersebut, muncul sebuah paradoks yang kian nyata yaitu semakin canggih organisasi mengadopsi AI, semakin rapuh pula pertahanan keamanannya.