Sambut Era Agentic Commerce, Checkout.com Pakai Azure Transformasi Pembayaran Global

Azure

​​Industri pembayaran global kini berada di titik balik transformasi. Para pelaku pasar berlomba membangun infrastruktur yang mampu mendukung agentic commerce, sebuah masa depan di mana agen kecerdasan buatan (AI) dapat menuntaskan transaksi secara mandiri, tanpa intervensi manusia.

​Pergeseran fundamental itu diprediksi akan mengubah paradigma perdagangan daring secara permanen. Demi memenangi persaingan, penyedia layanan pembayaran global Checkout.com resmi menjalin kemitraan strategis multi-tahun dengan raksasa teknologi, Microsoft.

Lewat kesepakatan ini, Checkout.com akan memigrasikan infrastruktur pembayaran digitalnya ke cloud Microsoft Azure untuk mendukung operasional merchant skala besar seperti eBay, ASOS, Vinted, Pinterest, hingga Klarna.

​Menyiapkan Fondasi Perdagangan Otonom

​Agentic commerce menandai transisi signifikan dari model belanja konvensional di mana manusia menelusuri situs web dan memproses checkout secara manual, menuju ekosistem yang serba otomatis.

Dalam model ini, sistem AI akan menganalisis preferensi pengguna melakukan riset perbandingan hingga menyelesaikan transaksi berdasarkan parameter yang telah ditetapkan.

​Kebutuhan akan infrastruktur pembayaran yang sanggup memproses transaksi berbasis mesin dengan latensi minimal dan standar keamanan tinggi menjadi kebutuhan mutlak perusahaan saat ini.

​”Kami sangat antusias berkolaborasi dengan Microsoft dan mengadopsi Azure, membawa platform yang sangat penting ini ke dalam tech stack kami,” kata Mariano Albera, Chief Technology Officer (CTO) Checkout.com.

​Menurut Mariano, pemilihan Azure didasari oleh kapabilitas machine learning (ML) yang unggul. “Platform Azure memiliki kapabilitas machine learning (ML) terdepan, dan Microsoft telah lama menjadi pionir dalam menanamkan unsur kepercayaan di setiap lapisan inovasi cloud,” katanya.

Standar Keamanan Tinggi di Balik Transaksi

​Migrasi ini difokuskan pada penggunaan Azure Payment HSM yang memanfaatkan hardware security modules (HSM) Thales payShield 10K.

Perangkat fisik ini berperan krusial dalam menjalankan operasi kriptografi pemrosesan pembayaran dan memastikan kepatuhan terhadap standar industri kartu pembayaran global (PCI).

​Perangkat keras tersebut telah mengantongi sertifikasi PCI DSS, PCI 3DS, PCI PIN, dan FIPS 140-2 Level 3, standar keamanan pemerintah Amerika Serikat untuk modul kriptografi.

Sebagai informasi, Microsoft saat ini mengoperasikan lebih dari 200 pusat data global dengan validasi PCI DSS Level 1, standar bagi organisasi yang memproses lebih dari enam juta transaksi per tahun.

Modul ini berfungsi menghasilkan dan menyimpan kunci kriptografi untuk mengenkripsi data pembayaran, mulai dari otorisasi kartu hingga enkripsi point-to-point.

​Mengoptimalkan Transaksi dengan Inteligensi Buatan

​Checkout.com telah mengoperasikan platform berbasis ML untuk meningkatkan tingkat penerimaan (acceptance rate) transaksi secara real-time.

Sistem ini secara otomatis menyesuaikan strategi pembayaran melalui fitur Intelligent Acceptance. Dengan efek jaringan ini, peningkatan performa yang ditemukan pada satu merchant dapat dirasakan oleh merchant lain dalam platform yang sama, sekaligus menekan risiko kegagalan transaksi dan biaya pemrosesan.

​Integrasi ke dalam Azure akan memperkuat mesin bertenaga AI milik Checkout.com, terutama melalui solusi confidential computing yang mengisolasi data selama pemrosesan, sebuah aspek krusial bagi pencegahan penipuan dan penilaian risiko.

​Tentu, tantangan ke depan tidaklah kecil. Karena infrastruktur pembayaran saat ini masih dirancang dengan asumsi transaksi dilakukan oleh manusia, era agentic commerce menuntut kerangka kerja risiko dan model otentikasi baru untuk menangani transaksi antar-mesin (machine-to-machine) dalam skala besar.

Selain itu, pemroses pembayaran kini harus mampu membedakan agen AI yang sah dengan upaya penipuan otomatis.

​”Industri pembayaran adalah sumber inovasi bertenaga AI yang konstan. Dengan berkolaborasi dan berinovasi bersama Microsoft, Checkout.com akan mampu meningkatkan performa pembayaran bagi pedagang di seluruh dunia,” ujar Tyler Pichach, Global Head of
Payments di Microsoft Financial Services.

“Kami bangga bekerja sama dengan fintech sukses yang lahir di Inggris untuk meningkatkan skala lebih cepat di seluruh dunia,” tambahnya.

​Bagi Mariano Albera, pembaruan infrastruktur ini melampaui sekadar kebutuhan operasional jangka pendek.

“Kami ingin pelanggan menjelajahi dan merangkul model agentic commerce di mana agen AI dapat menelusuri dan berbelanja atas nama konsumen,” pungkasnya.

Baca Juga

Mengapa CEO dan CIO Belum Sepaham Soal AI?

​Untuk mencapai keselarasan tersebut, perusahaan perlu menerapkan metrik bersama, meningkatkan komunikasi progres teknis, serta memperkuat tata kelola yang konsisten.