WFIS 2025 Siap Digelar, Indonesia Bersiap Sambut Ajang Keuangan Digital Terbesar Tahun Ini

Di tengah momentum besar tersebut, Jakarta bersiap menyambut salah satu ajang paling berpengaruh di industri keuangan digital yaitu World Financial Innovation Series (WFIS) 2025. 

Indonesia sedang berada pada fase penting dalam sejarah transformasi keuangannya. Hal ini ditandai dengan adanya dorongan besar untuk menggabungkan teknologi ke dalam seluruh lini finansial dari perbankan digital, pembayaran real-time, hingga ekosistem fintech.

Upaya itu telah membawa PDB Indonesia menyentuh USD1 triliun pada 2025, yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah ekonomi nasional.

Di tengah momentum besar tersebut, Jakarta bersiap menyambut salah satu ajang paling berpengaruh di industri keuangan digital yaitu World Financial Innovation Series (WFIS) 2025.

“WFIS selalu punya tempat khusus bagi kami. Setiap tahun, kami melihat ekosistem ini tumbuh lebih banyak suara baru, ide baru, ambisi baru,” kata CEO Tradepass Sudhir Jena.

Event berskala internasional ini akan kembali digelar untuk ketujuh kalinya pada 25–26 November 2025 di Raffles Jakarta.

Dukungan Pelaku Kunci Ekonomi Jakarta

Selama bertahun-tahun, WFIS menjadi titik temu penting bagi pemimpin, regulator, inovator, dan para pembuat perubahan di sektor keuangan digital Indonesia. Konsistensi itu membuat berbagai lembaga publik dan swasta terus memberikan dukungan penuh.

Tahun ini, KADIN DKI Jakarta kembali hadir sebagai Supporting Partner untuk kedua kalinya. Dukungan itu menjadi bukti bahwa WFIS bukan sekadar konferensi tetapi platform strategis yang ikut membentuk arah masa depan industri keuangan Indonesia.

Setiap penyelenggaraan WFIS selalu dipadati partisipan dari seluruh penjuru ekosistem finansial. Tahun 2025, acara itu akan diprediksi akan dihadiri lebih dari:

  1. 600+ delegasi terkurasi
  2. 200+ organisasi terkemuka
  3. C-suite dan eksekutif senior
  4. Regulator kebijakan
  5. Pemimpin transformasi digital
  6. Penyedia solusi teknologi finansial

Selama dua hari penuh, seluruh peserta akan berada dalam satu atap untuk berdiskusi, membangun koneksi, membuka peluang kemitraan, serta memamerkan inovasi terbaru yang siap mendorong industri ke fase berikutnya.

“Misi kami adalah menyediakan ruang bagi elemen-elemen tersebut untuk bertemu, berdialog, menyelesaikan masalah nasional, dan membangun kemitraan jangka panjang,” ujarnya.

Tema dan Pembicara WFIS 2025

Agenda WFIS 2025 akan menghadirkan lebih dari 40 pakar top yang dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam membentuk arah industri finansial nasional.

Beberapa nama yang akan berbagi di acara ini antara lain:

  1. Jeny Mustopha, CIO Bank SMBC Indonesia
  2. Hj. Diana Dewi, SE, Ketua KADIN Jakarta
  3. Sendy Sendy, Director of IT & Digital Experience Bank Sinarmas

Para pembicara tersebut akan berbagi pengalaman, strategi, hingga pembacaan tren yang dapat menjadi pondasi bagi industri perbankan dan fintech Indonesia dalam menghadapi tantangan baru.

Rangkaian panel dan keynote akan mengeksplorasi isu besar yang kini menjadi perhatian utama sektor keuangan Indonesia, seperti:

  1. Percepatan keuangan inklusif
  2. Reinvensi struktur perbankan menuju model smart banking
  3. Dominasi full-suite mobile banking
  4. Peran teknologi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional
  5. Strategi menghadapi era hyper-personalization
  6. Keamanan siber dan tata kelola risiko
  7. Kolaborasi bank dan fintech untuk mendorong inovasi sistem pembayaran

Topik-topik ini dirancang agar memberikan perspektif praktis dan strategis bagi peserta yang ingin memahami lanskap masa depan digital finance Indonesia.

Ketika Indonesia melaju menjadi kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara, WFIS hadir sebagai panggung untuk mempersiapkan masa depan: masa depan di mana teknologi, keuangan, kebijakan, dan inovasi bergerak dalam satu irama.

Hitung mundur menuju acara finansial digital paling berpengaruh di Indonesia telah dimulai. Kini industri menunggu bagaimana WFIS 2025 akan kembali mempercepat transformasi keuangan nasional ke level berikutnya.

 

Baca Juga

Mengapa Enterprise Architecture Kembali Krusial di Era Agentic AI?

Di era agentic AI, enterprise architect tak lagi sekadar perancang blueprint teknologi. Perannya berevolusi menjadi semacam “tukang kebun perusahaan” yaitu memilih agen AI yang tepat, menanamnya di tempat yang sesuai, dan memangkas atau merawatnya sesuai kebutuhan bisnis.