Udemy Bangun Tenaga Kerja Cerdas Lewat Pembelajaran Berbasis AI

Ilustrasi Udemy

Di tengah revolusi kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara bekerja dan belajar, kemampuan beradaptasi dan belajar kini menjadi kunci masa depan perusahaan. Menjawab tantangan itu, Udemy bertransformasi dari marketplace kursus daring menjadi platform pembelajaran berbasis AI untuk menyiapkan talenta masa depan.

Dari Marketplace ke Platform Adaptif

Transformasi Udemy menjadi platform berbasis AI lahir dari kebutuhan mendesak untuk mempercepat kesiapan tenaga kerja menghadapi gelombang otomatisasi dan teknologi baru. Kini, Udemy menawarkan lebih dari 250.000 kursus aktif, termasuk 4.500 kursus khusus AI generatif yang diperbarui secara berkala sesuai tren industri.

“Organisasi hari ini harus meningkatkan keterampilan secara berskala dan dapat dipersonalisasi agar karyawan mampu menyesuaikan diri dengan peran yang terus berubah,” ujar Vinay Pradhan (Country Head dan Senior Director Udemy) dikutip dari PeopleMatters.

Udemy juga memperkenalkan AI Assistant, asisten cerdas yang merekomendasikan materi belajar secara real time sesuai kebutuhan karier dan perkembangan kompetensi pengguna. Selain itu, Udemy juga merilis sistem Model Context Protocol (MCP) yang memungkinkan pembelajaran berlangsung di tengah aktivitas kerja tanpa mengganggu produktivitas.

Cara Udemy Menjembatani Kesenjangan Keterampilan

Kesenjangan keterampilan menjadi isu global. Survei terbaru menunjukkan 71 persen pemimpin bisnis mengakui tenaga kerjanya belum siap memanfaatkan potensi AI secara optimal.

Udemy mencoba menjawabnya lewat AI-driven learning architecture, pendekatan pembelajaran adaptif yang menggabungkan konten, konteks, dan personalisasi. “Dengan mengintegrasikan AI langsung ke perjalanan belajar, kami membuat proses belajar lebih kontekstual, real time, dan relevan dengan peran,” tambah Pradhan.

Pendekatan itu membantu perusahaan bertransformasi menjadi skills-based organization, organisasi yang menilai karyawan berdasarkan kompetensi, bukan sekadar jabatan. “Setiap karyawan dapat belajar, mengukur, dan memvalidasi keterampilan sesuai kebutuhan perannya masing-masing,” katanya.

Salah satu inovasi terbaru Udemy adalah AI Readiness Packages, paket pembelajaran untuk membangun literasi AI di semua level organisasi.

Paket itu mencakup pelatihan dasar AI, pendampingan real time melalui AI Assistant, hingga AI Role Play Simulation. Simulasi latihan virtual itu memungkinkan karyawan berlatih mengambil keputusan, bernegosiasi, atau memimpin rapat dalam lingkungan berbasis AI.

Dengan pendekatan ini, perusahaan tak hanya memahami konsep AI, tetapi juga dapat langsung menerapkannya di dunia kerja. “Tidak semua orang perlu menjadi engineer AI, tapi setiap orang harus paham bagaimana AI memengaruhi perannya,” ujar Pradhan.

Hasilnya mulai terlihat. Klien korporat seperti Genpact mencatat peningkatan keterampilan hingga 100 persen dan kecepatan adopsi program AI dua kali lipat dibanding sebelumnya.

Model pembelajaran itu juga membuat proses pelatihan tak lagi memakan waktu produktif, karena terjadi langsung di dalam aplikasi kerja harian.

Kolaborasi dan Arah Masa Depan

Langkah strategis Udemy ini akan dibahas dalam ajang FWD India 2025, konferensi pembelajaran dan kepemimpinan di Mumbai dan Bengaluru pada November ini.

Acara tersebut akan mempertemukan para pemimpin bisnis, pendidik, dan inovator untuk mempercepat kesiapan AI di Asia.

“Fokus kami bukan sekadar membicarakan AI, tapi menunjukkan dampaknya secara nyata, bagaimana pembelajaran yang relevan dapat mempercepat transformasi bisnis,” ujar Pradhan.

Perjalanan Udemy mencerminkan arah baru dunia kerja. Dengan pendekatan adaptif dan terukur, Udemy membantu perusahaan membangun tenaga kerja yang siap menghadapi perubahan. Di era AI, belajar bukan lagi tambahan tetapi inti dari daya saing organisasi.

Baca Juga

Fintech Kuasai Agentic AI, Bank Terancam Tertinggal

Menurut laporan terbaru McKinsey & Co, fintech kini menjadi pemain paling agresif dalam mengadopsi teknologi AI khususnya agentic AI. Sedangkan, banyak bank tradisional masih terseret proses internal yang panjang dan keterbatasan teknologi lama.