Terungkap! Ini Penyebab 95 Persen Proyek AI Gagal dan Solusi Salesforce Mengatasinya

Ilustrasi Salesforce

Salesforce semakin serius menggarap dunia agen AI. Setelah mengakuisisi Informatica, raksasa CRM itu resmi mengintegrasikan teknologi manajemen datanya ke dalam Agentforce 360 dan Data 360.

Integrasi ini diklaim mampu menciptakan “enterprise understanding” yakni kemampuan AI memahami data bisnis secara menyeluruh dan terhubung.

Langkah besar ini muncul di tengah kenyataan pahit bahwa berbagai studi menunjukkan hingga 95 persen proyek AI gagal.

Penyebabnya bukan model yang lemah, melainkan kekacauan data-data yang tercerai-berai, tidak lengkap, hingga kualitas yang buruk.

Dengan kata lain, tanpa fondasi data yang sehat, AI secanggih apa pun hanya akan menjadi mesin yang “pintar tapi bodoh”.

Mengapa Integrasi Ini Penting?

Integrasi Salesforce dan Informatica dirancang untuk memutus rantai kegagalan tersebut. CEO Valoir (Rebecca Wettemann) mengatakan langkah ini “sangat krusial” bagi masa depan ekosistem AI Salesforce.

“Informatica membawa lapisan metadata yang kaya. Ini membuat Agentforce tidak lagi terbatas pada data CRM saja,” ujarnya.

Hasilnya, agen AI Salesforce dapat “melihat” lebih luas mulai dari pelanggan, aset, produk, supplier, operasi bisnis, hingga proses internal lintas departemen.

Membangun ‘Enterprise Understanding’

Agentforce 360 dirancang sebagai platform AI yang menyatukan manusia, agen AI, aplikasi, dan data dalam satu konteks. Data 360 menjadi fondasinya. Masuknya Informatica memperkuat struktur tersebut dengan menambahkan “otak” yang memetakan, menilai, dan memvalidasi data.

“Kami menggabungkan metadata Salesforce dengan katalog data milik Informatica untuk membangun indeks data lengkap,” kata Rahul Auradkar (EVP Data 360 di Salesforce) seperti dikutip CIO.

Integrasi ini menghadirkan empat kemampuan data kritis:

  1. Master Data Management (MDM): menciptakan satu “golden record” yang konsisten.
  2. Peta relasi data lintas sistem: termasuk sistem on-premises dan cloud.
  3. Data lineage: melacak perjalanan data dari sumber hingga penggunaan.
  4. Zero-copy architecture: mengakses data tanpa harus memindahkannya, sehingga lebih hemat biaya dan lebih aman.

Dengan kombinasi metadata, data real-time, dan rekam jejak data, agen AI dapat mengambil keputusan lebih cepat, tepat, dan berbasis konteks.

Empat Lapisan Agentforce 360

Salesforce membangun Agentforce 360 dengan empat pilar utama:

1. Lapisan konteks: Data 360 + Informatica + MuleSoft

2. Lapisan logika bisnis: warisan 20 tahun alur kerja dan aturan Salesforce

3. Command Center: pusat membangun dan mengelola agen spesialis

4. Lapisan deployment: tempat agen digunakan di seluruh lini perusahaan

Menariknya, platform ini tetap terbuka. Perusahaan dapat menggunakan agen dari OpenAI, AWS, Azure, GCP, Oracle, hingga hybrid environment, tanpa terkunci pada satu penyedia.

Menuju Agen AI yang Benar-Benar Mengerti Bisnis

Integrasi Salesforce dan Informatica di Agentforce 360 merupakan langkah strategis membangun “tulang punggung data” yang kokoh bagi agen AI.

Dengan data yang lebih konsisten, terhubung, dan penuh konteks, AI tidak hanya menjadi alat otomasi, tetapi partner cerdas yang memahami seluk-beluk bisnis.

Bagi perusahaan, keberhasilan transformasi AI bukan lagi soal memiliki AI. Namun, perusahaan ingin mempunyai AI yang benar-benar memahami bisnis. Di sinilah ekosistem baru Salesforce ingin mengambil peran besar.

Baca Juga