OpenAI kembali membuat gebrakan besar. Perusahaan pembuat ChatGPT itu resmi menggandeng Broadcom untuk mengembangkan chip Artificial Intelligence (AI) buatan sendiri. Rencana itu menandai babak baru OpenAI menuju kemandirian komputasi di tengah melonjaknya permintaan layanan AI global.
Langkah itu menempatkan OpenAI sejajar dengan raksasa seperti Google dan Amazon yang lebih dulu membangun chip internal untuk AI. Secara bersamaan, langkah ini juga mengurangi ketergantungan OpenAI terhadap Nvidia yang selama ini mendominasi pasar chip akselerator AI di dunia.
Daya Setara Jakarta
OpenAI menyebut akan merancang chip secara internal, sementara Broadcom akan menangani produksinya. Chip ini rencananya akan diproduksi tahun 2026 untuk kemudian digunakan pada tahun 2029.
Target dari kolaborasi ini juga masif, yaitu membuat chip AI untuk data center berkapasitas 10 gigawatt. Sebagai perbandingan, angka ini setara dengan kebutuhan daya Kota Jakarta.
“Bermitra dengan Broadcom adalah langkah penting untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan guna membuka potensi penuh AI,” ujar Sam Altman (CEO OpenAI) dalam pernyataannya yang dikutip Reuters. Meskipun nilai kesepakatan tidak diungkap, langkah itu menunjukkan keseriusan OpenAI untuk memperluas kendali atas rantai pasokan komputasinya sendiri. Tak lama setelah pengumuman, saham Broadcom langsung melonjak lebih dari 10 persen di bursa.
Persaingan AI Semakin Memanas
Kerja sama dengan Broadcom memperkuat strategi besar OpenAI di dunia chip AI. Sebelumnya, OpenAI itu juga meneken kontrak pasokan chip senilai 6 gigawatt dengan AMD, lengkap dengan opsi pembelian saham. Sebelumnya, Nvidia juga akan menginvestasikan hingga 100 miliar dolar AS ke OpenAI sekaligus menyediakan pusat data dengan kapasitas 10 gigawatt untuk menjalankan model-model AI masa depan.
Namun, para analis menilai langkah OpenAI tak akan langsung mengguncang posisi Nvidia.
“Merancang, mengembangkan, dan memproduksi chip sendiri dari nol adalah tantangan luar biasa,” kata salah satu laporan analis industri.
Tantangannya bukan hanya teknis, tapi juga finansial. CEO Nvidia Jensen Huang pernah menyebut, membangun satu pusat data berkapasitas 1 gigawatt bisa menelan biaya 50 hingga 60 miliar dolar AS. Dengan target 10 gigawatt, proyek OpenAI berpotensi bernilai ratusan miliar dolar.
Analis Gadjo Sevilla dari eMarketer mengatakan OpenAI merupakan satu-satunya startup yang saat ini memiliki daya finansial dan kredibilitas untuk mengejar proyek sebesar ini. “Mendanai proyek sebesar ini kemungkinan membutuhkan kombinasi dari berbagai sumber mulai dari putaran pendanaan baru, pre-order, investasi strategis, dukungan Microsoft, hingga pinjaman berbasis pendapatan masa depan,” ujarnya.
Dengan dukungan kuat dari Microsoft dan kepercayaan investor global, OpenAI diyakini memiliki kemampuan untuk mewujudkan visi infrastruktur AI skala raksasa tersebut.
Bintang Baru Era AI
Bagi Broadcom, kerja sama itu menjadi batu loncatan besar di tengah ledakan industri AI. Sejak akhir 2022, harga saham Broadcom sudah naik hampir enam kali lipat, didorong oleh permintaan tinggi terhadap chip kustom yang dirancang khusus untuk beban kerja AI.
Pada September lalu, Broadcom sempat mengumumkan pesanan chip AI senilai 10 miliar dolar AS dari klien baru yang tidak disebutkan namanya. Kala itu banyak analis menduga klien baru Broadcom itu adalah OpenAI. Namun, seorang eksekutif Broadcom menepis dugaan itu dan menegaskan bahwa proyek OpenAI adalah kolaborasi terpisah yang akan berjalan hingga 2029.
Menariknya, sistem chip baru OpenAI itu akan sepenuhnya menggunakan jaringan Ethernet milik Broadcom sekaligus menantang dominasi teknologi jaringan InfiniBand milik Nvidia.
Langkah OpenAI ini bukan sekadar proyek teknologi tetapi juga strategi jangka panjang untuk mengendalikan masa depan infrastruktur AI. Dengan mengembangkan chip sendiri, OpenAI berupaya keluar dari bayang-bayang ketergantungan pada pemasok eksternal. Tujuannya jelas, OpenAI ingin memiliki otak dan tenaga sendiri untuk menjalankan sistem AI generatif yang makin kompleks.
Kita tunggu saja, apakah chip buatan OpenAI dan Broadcom benar-benar mampu menantang mahkota Nvidia, atau justru membuka babak baru kolaborasi raksasa di era AI super komputasi.


