Dua raksasa teknologi dunia, Snowflake dan SAP resmi menjalin kemitraan strategis yang diklaim bakal mengubah peta persaingan kecerdasan buatan (AI) di level korporasi global.
Kolaborasi itu menjadi tonggak baru dalam menghadirkan solusi intelligent enterprise yang membantu perusahaan mengambil keputusan berbasis konteks bisnis, data terpercaya, dan AI dalam skala masif.
Kerjasama strategis itu menggabungkan kekuatan dua dunia yaitu kedalaman data SAP yang kaya makna bisnis dan kepiawaian Snowflake dalam pemrosesan data skala besar.
Dampaknya, kini perusahaan dapat membangun agen AI, aplikasi cerdas, hingga otomasi proses bisnis dengan kecepatan dan efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menggabungkan Dua Dunia Data dan AI
Kini SAP Business Data Cloud (SAP BDC) terintegrasi penuh dengan Snowflake AI Data Cloud. Hal itu membuat pelanggan dapat memadukan data aplikasi SAP yang sangat terstruktur dan sarat konteks dengan ekosistem rekayasa data Snowflake yang terkenal fleksibel dan masif.
Hasilnya, perusahaan dapat mengekstraksi nilai tertinggi dari data inti tanpa perlu menduplikasi data ke berbagai sistem.
Kemitraan Snowflake – SAP itu melahirkan dua produk kunci:
1. SAP Snowflake
Ekstensi resmi SAP itu memungkinkan pelanggan memanfaatkan seluruh kapabilitas Snowflake AI Data Cloud. Tim AI dapat memproses data SAP yang lengkap secara real-time tanpa kerumitan integrasi.
2. SAP Business Data Cloud Connect for Snowflake
Fitur itu memberi pengguna Snowflake akses real-time ke data SAP tanpa memindahkan atau menduplikasi data.
SAP dan Snowflake menyebutnya sebagai fondasi baru untuk ribuan perusahaan global, termasuk AstraZeneca yang menjadi pionir implementasi.
Bukti Nyata Manfaat Integrasi
AstraZeneca menjadi salah satu perusahaan pertama yang memanfaatkan integrasi itu untuk mempercepat riset obat dan analisis data real-time.
“Data dan AI adalah inti dari misi kami. Kolaborasi SAP dan Snowflake mempercepat akses dan analisis data real-time. Ini sangat penting karena setiap menit berarti bagi pasien,” kata Russell Smith (VP ERP Transformation Technology AstraZeneca) seperti dikutip dari CIO Dive.
Testimoni itu menegaskan bahwa kemitraan dua raksasa ini bukan hanya soal pengolahan data tetapi tentang mempercepat inovasi yang berdampak pada keselamatan dan kualitas hidup manusia.
Bagaimana Kolaborasi ini Mengubah Bisnis Anda?
Perusahaan dari ritel, manufaktur, kesehatan, life sciences, hingga finansial sudah mulai merasakan manfaatnya lewat program early adopter. Berikut tiga transformasi terbesar yang kini terasa nyata.
1. Supply Chain, Dari Reaktif Menjadi Prediktif
Kini perusahaan bisa membagikan data inventori dan status pengiriman langsung dari SAP dalam bentuk data product tanpa duplikasi. Data itu kemudian dikombinasikan dengan informasi cuaca, data logistik pihak ketiga, dan data pasar dari Snowflake Marketplace.
Hasilnya, perusahaan mendapatkan “live logistics data product” yang berisi pemetaan risiko, prediksi gangguan rantai pasok, hingga dampaknya terhadap produksi.
Kemudian, AI mengirimkan prediksi itu kembali ke SAP dan tim operasional dapat langsung mengambil tindakan lewat SAP Joule, asisten AI terbaru SAP.
2. Financial Planning, Prediksi Real-Time Tanpa Ribet
Data keuangan SAP kini dapat dipadukan dengan data pemasaran, pipeline penjualan, hingga performa kampanye digital di Snowflake. Hal itu membuat AI mampu menjawab pertanyaan strategis secara instan.
Kemudian, hasil analisis AI dikembalikan ke SAP BDC sehingga analis bisa menjalankan berbagai simulasi dari aplikasi SAP tanpa perpindahan platform.
3. Customer Experience, Layanan Superpersonal
Data transaksi, tiket layanan pelanggan, dan riwayat interaksi di SAP kini dapat diperkaya dengan transkrip call center, data identitas pihak ketiga, hingga sentimen pelanggan.
Kemudian AI membuat profil pelanggan lengkap, lengkap dengan prediksi churn dan rekomendasi langkah selanjutnya. SAP Joule dapat memberikan peringatan otomatis seperti, “Pelanggan ini berisiko churn. Berikan penawaran personal sekarang.”
Bab Baru Enterprise AI Dimulai
Integrasi Snowflake dan SAP menandai babak baru dunia enterprise AI yaitu AI yang tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga paham bisnis.
Kemitraan strategis dua perusahaan itu membuka jalan bagi perusahaan seluruh dunia untuk memodernisasi data fabric, mempercepat inovasi AI, dan menciptakan aplikasi generatif yang berbasis data akurat serta tepercaya.


