Perkuat Keamanan Identitas, Palo Alto Networks Akuisisi CyberArk Rp405 Triliun

Perusahaan raksasa keamanan siber Palo Alto Networks akan mengakuisisi perusahaan manajemen identitas dan keamanan CyberArk senilai USD25 miliar atau sekitar Rp405 triliun. Proses akuisisi yang melibatkan pembelian saham dan pembayaran tunai dan saham ini menandai langkah besar Palo Alto memasuki pasar keamanan identitas.

Menurut Financial Times, Palo Alto Networks menghabiskan lebih dari USD7 miliar untuk mengakuisisi berbagai perusahaan teknologi keamanan sejak Nikesh Arora menjabat sebagai CEO dan Chairman pada 2018. Namun, pembelian CyberArk itu menjadi yang terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Sebelumnya, Palo Alto juga telah mengakuisisi sejumlah perusahaan keamanan penting seperti Dig Security (Oktober 2023) dengan nilai sekitar USD400 juta, Talon Cyber Security (November 2023) dengan nilai sekitar USD625 juta dan Bridgecrew (Februari 2021) senilai USD156 juta.

Transaksi itu menjadi salah satu kesepakatan terbesar di sektor keamanan siber pada 2025. Rekor tahun ini masih dipegang oleh Google yang mengakuisisi Wiz pada Maret lalu dengan nilai USD32 miliar.

Palo Alto Networks belum memberikan komentar resmi terkait detail strategi pasca-akuisisi ini. Namun, langkah ini diperkirakan akan memperkuat portofolio mereka di segmen keamanan identitas area yang semakin krusial di tengah maraknya ancaman siber global.

Baca Juga

CIO Wajib Tahu! Ini Tujuh Kendala Terbesar Adopsi AI dan Solusi Strategisnya

Berdasarkan survei State of the CIO 2026 dari CIO.com, sebanyak 82 persen CIO bertanggung jawab langsung meriset dan mengevaluasi produk AI. ​Dominasi tersebut kian nyata karena 78 persen pemimpin IT menyatakan departemen mereka bertindak sebagai motor penggerak adopsi AI, sementara unit bisnis lainnya tinggal menyelaraskan strategi yang ada.