NVIDIA Kenalkan CPU Vera, Prosesor Pertama untuk Agentic AI

NVIDIA Vera

NVIDIA kembali menggebrak peta jalan teknologi dunia dengan meluncurkan NVIDIA Vera, CPU pertama yang dirancang khusus memenuhi ambisi besar era Agentic AI (AI yang mampu bertindak mandiri) dan Reinforcement Learning.

​Melalui pengumuman resminya, NVIDIA mengklaim Vera mampu memberikan efisiensi dua kali lipat dan kecepatan 50 persen lebih tinggi dibandingkan CPU standar yang biasa ditemukan di pusat data saat ini.

Kehadiran Vera menandai pergeseran paradigma. CPU bukan lagi sekadar pendukung melainkan dirigen utama dalam simfoni kecerdasan buatan (AI).

​Evolusi dari Grace ke Vera

​Membangun kesuksesan dari seri pendahulunya NVIDIA Grace, Vera hadir sebagai solusi korporat untuk menghadapi tantangan infrastruktur yang kian kompleks.

Seiring dengan kemajuan AI yang kini mampu melakukan penalaran (reasoning), sistem pendukung di balik layar harus mampu mengelola tugas-tugas berat. Hal ini mencakup perencanaan kerja, interaksi data, hingga validasi hasil secara mandiri.

​”Vera tiba di titik balik industri AI,” ujar Jensen Huang (Pendiri dan CEO NVIDIA) seperti dikutip situs resmi Nvidia.

“Saat kecerdasan bertransformasi menjadi agentic yang mampu menalar dan bertindak, peran sistem yang mengatur alur kerja tersebut menjadi sangat krusial,” ujarnya.

​Menurut Huang, peran CPU telah berevolusi secara fundamental.

​”CPU tidak lagi sekadar mendukung model AI, ia justru yang menggerakkannya. Dengan terobosan performa dan efisiensi energi, Vera membuka jalan bagi sistem AI untuk berpikir lebih cepat dan menjangkau skala yang lebih luas,” tambahnya.

Monster Performa yang Hemat Daya

​Vera mengusung 88 inti (core) kustom bernama ‘Olympus’. Nvidia merancang inti-inti itu untuk menangani beban kerja berat seperti mesin runtime, pipa analitik, hingga layanan orkestrasi AI.

​Beberapa keunggulan teknis utama Vera meliputi:

  1. ​Spatial Multithreading: Memungkinkan setiap inti menjalankan dua tugas secara bersamaan dengan performa yang konsisten dan dapat diprediksi. Hal itu sangat ideal bagi pabrik AI (AI factory) yang melayani banyak pekerjaan sekaligus.
  2. ​Sub-sistem Memori LPDDR5X: Menghasilkan bandwidth hingga 1,2 TB/s. Hal ini setara dengan dua kali lipat bandwidth CPU umum dengan konsumsi daya yang hanya setengahnya.
  3. ​Konektivitas NVLink-C2C: Sebagai bagian dari platform NVIDIA Vera Rubin NVL72, CPU ini terhubung ke GPU dengan bandwidth 1,8 TB/s—tujuh kali lebih cepat dibanding standar PCIe Gen 6.

​Pabrik AI dalam Satu Rak

​NVIDIA juga memperkenalkan konfigurasi rak baru yang mengintegrasikan 256 unit CPU Vera berpendingin cairan.

Rak itu mampu menopang lebih dari 22.500 lingkungan CPU secara bersamaan, di mana masing-masing berjalan independen pada performa penuh.

​Untuk memastikan keamanan dan kecepatan jaringan, sistem Vera mengintegrasikan kartu SuperNIC ConnectX dan DPU BlueField-4. Hal itu sangat krusial bagi aplikasi agentic AI yang membutuhkan transfer data instan tanpa hambatan.

​Sambutan Hangat dari Raksasa Teknologi Dunia

​Sejumlah pemimpin industri siap mengadopsi Vera. Michael Truell, CEO Cursor (inovator pengembangan perangkat lunak berbasis AI), mengungkapkan antusiasmenya:

​“Kami sangat bersemangat menggunakan CPU NVIDIA Vera untuk meningkatkan throughput dan efisiensi. Kami berharap dapat memberikan pengalaman agen pengkodean (coding agents) yang lebih responsif bagi pelanggan kami,” ucapnya.

​Di sisi lain, Alex Gallego (Pendiri dan CEO Redpanda) melaporkan hasil uji coba yang mencengangkan pada beban kerja yang kompatibel dengan Apache Kafka.

​“Vera memberikan latensi hingga 5,5 kali lebih rendah. Ini mewakili arah baru dalam arsitektur CPU, lebih banyak memori dan lebih sedikit hambatan per inti,” kata Gallego.

​Tak hanya di sektor komersial, lembaga riset seperti Texas Advanced Computing Center (TACC) juga mulai menguji coba platform ini untuk sistem Horizon mereka mendatang.

John Cazes, (Direktur HPC di TACC) menyebut performa per inti dan bandwidth memori Vera sebagai “langkah besar ke depan bagi komputasi ilmiah.”

​Ekosistem Global yang Masif

​Dukungan terhadap Vera datang dari berbagai lini. Raksasa penyedia layanan awan (cloud) seperti Alibaba Cloud, Meta, dan Oracle Cloud Infrastructure berkomitmen menggelar sistem ini.

Sementara itu, manufaktur server global seperti Dell Technologies, HPE, Lenovo, dan Supermicro siap menyediakan berbagai konfigurasi server, baik single maupun dual-socket.

Dengan adopsi yang luas ini, Vera diprediksi akan menjadi standar baru CPU untuk beban kerja AI masa depan.

Kehadirannya akan mempercepat inovasi serta mendemokratisasi akses teknologi kecerdasan buatan bagi berbagai sektor, mulai dari perusahaan rintisan hingga lembaga publik-swasta di seluruh dunia.

 

Baca Juga