Nvidia kembali menegaskan ambisinya di industri kecerdasan buatan (AI). Raksasa chip asal Amerika Serikat (AS) itu resmi mengakuisisi SchedMD, perusahaan perangkat lunak yang dikenal sebagai pengembang Slurm.
Teknologi Slurm adalah sistem penjadwalan komputasi skala besar yang selama ini menjadi tulang punggung operasional banyak pusat data dan superkomputer di dunia.
Langkah itu mencerminkan strategi Nvidia untuk memperkuat ekosistem AI berbasis open-source sekaligus menjaga dominasinya di tengah persaingan global yang kian ketat. Tidak hanya mengandalkan chip berperforma tinggi, Nvidia semakin menempatkan perangkat lunak sebagai pilar utama pertumbuhan bisnisnya.
Selama ini, Nvidia dikenal sebagai pemasok utama prosesor grafis (GPU) yang menjadi “mesin” pelatihan model AI modern. Namun di balik kekuatan perangkat keras itu, software justru menjadi faktor penentu. CUDA, platform komputasi proprietary Nvidia, telah lama menjadi standar de facto di kalangan pengembang dan menciptakan ekosistem yang sulit ditandingi kompetitor.
Di sisi lain, Nvidia juga agresif mendorong adopsi teknologi open-source. Nvidia sukses merilis beragam model AI terbuka, mulai dari simulasi fisika hingga sistem kendaraan otonom yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti dan pelaku industri secara bebas.
Akuisisi SchedMD memperluas peran Nvidia ke area krusial lain, yakni manajemen dan penjadwalan komputasi skala besar. SchedMD dikenal sebagai pengembang Slurm (Simple Linux Utility for Resource Management). Slurm adalah software open-source yang dapat mengatur dan mengoptimalkan beban kerja komputasi yang dapat menghabiskan kapasitas signifikan pusat data.
Slurm banyak digunakan oleh pengembang foundation model dan pembangun sistem AI generatif untuk mengelola proses pelatihan dan inferensi model. Nvidia menyebut Slurm sebagai bagian dari infrastruktur kritis dalam pengembangan AI generatif modern seperti dikutip Tech Crunch.
Meski telah diakuisisi, Nvidia menegaskan Slurm akan tetap didistribusikan sebagai software open-source. SchedMD selama ini menjalankan model bisnis dengan menjual layanan dukungan teknis, rekayasa, dan pemeliharaan, bukan lisensi perangkat lunak.
Pasar merespons positif langkah tersebut. Saham Nvidia tercatat menguat sekitar 1,35 persen setelah pengumuman akuisisi, seiring optimisme investor terhadap strategi perusahaan yang semakin agresif memperkuat ekosistem AI. Langkah itu juga dipandang sebagai respons Nvidia terhadap maraknya model AI open-source dari pesaing global, termasuk dari China, yang mulai menantang dominasi pemain lama.
SchedMD sendiri didirikan pada 2010 oleh Morris “Moe” Jette dan Danny Auble di Livermore, California. Berawal dari pengembangan Slurm, perusahaan itu kini mempekerjakan sekitar 40 orang dan melayani klien-klien besar di dunia komputasi dan AI.
Akuisisi itu menegaskan bahwa Nvidia tidak hanya ingin menjual chip tercepat, tetapi juga menguasai lapisan perangkat lunak yang mengatur bagaimana komputasi AI dijalankan dalam skala masif. Dengan menggabungkan kekuatan hardware, software proprietary, dan teknologi open-source strategis, Nvidia semakin memantapkan posisinya sebagai pengendali ekosistem AI end-to-end.


