NeoLogic dan Impian Membangun CPU Hemat Energi untuk AI

Di tengah ledakan AI yang membuat pusat data haus mengonsumsi energi listrik, sebuah startup NeoLogic berambisi membangun CPU server yang lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih hemat daya.

Didirikan pada 2021 oleh dua veteran industri semikonduktor, Avi Messica dan Ziv Leshem, NeoLogic mengusung pendekatan berbeda. Alih-alih menjejalkan lebih banyak transistor seperti yang dilakukan selama ini, NeoLogic mengembangkan teknologi yang disebut CMOS+. Teknologi ini berbasis pada penggunaan desain single-stage logic gates dengan input yang lebih besar, mulai dari 6-16 gates. Hal ini berbeda dengan CMOS tradisional yang terbatas pada 4 gates. Desain ini diklaim menyederhanakan circuit logic, yang berujung pada penurunan jumlah transistor dan konsumsi energi.

Awalnya, ide ini dianggap mustahil. “Kebanyakan orang yang kami temui mengatakan itu mustahil. Beberapa dari mereka bahkan berkata, saat itu, bahwa inovasi ini tidak mungkin karena Anda tidak bisa berinovasi di bidang logic synthesis. Anda tidak bisa berinovasi dalam desain sirkuit. Bidang ini sudah terlalu matang,” kata kata CEO NoeLogic Messica kepada TechCrunch.

Namun Messica menyebut, pihaknya telah menggandeng dua pemain hyperscaler besar untuk menguji desainnya. NeoLogic menargetkan chip uji akan siap akhir tahun ini, untuk kemudian diproduksi massal pada 2027.

“Kami mendirikan perusahaan ini lebih dari empat tahun lalu karena hukum Moore sudah mati,” kata Messica. Sekadar informasi, Hukum Moores merujuk pada pengamatan Gordon Moore di tahun 1960-an (kala itu pemimpin Intel), yang memprediksi jumlah transistor pada mikrochip berlipat ganda setiap dua tahun.

Baru-baru ini, NeoLogic telah mengantongi pendanaan Seri A sebesar USD10 juta dari KOMPAS VC dan partisipasi dari M Ventures, Maniv Mobility, dan lool Ventures. Dana segar itu akan dipakai untuk memperluas tim teknik dan mematangkan produk.

Pendanaan itu datang di tengah meningkatnya tekanan pusat data terhadap sumber daya energi. Ledakan AI yang sedang berlangsung diperkirakan akan membuat konsumsi daya pusat data meningkat dua kali lipat hanya dalam empat tahun ke depan. “Pendekatan kami bisa menjadi jawaban atas masalah energi yang kian mengkhawatirkan di pusat data,” katanya.

Messica mengungkapkan chip hemat energi itu dapat memangkas biaya pembangunan pusat data hingga 30 persen dan mengurangi konsumsi air sehingga membawa dampak langsung bagi lingkungan dan efisiensi operasional. “Bagi kami, ini bukan sekadar soal performa, tapi juga masa depan pusat data yang lebih ramah lingkungan,” katanya seperti dikutip TechCrunch.

Jika sukses, NeoLogic berpotensi mengubah cara industri memandang desain CPU dan menjadi pionir di era AI yang semakin menuntut efisiensi.

Baca Juga

Mengapa Enterprise Architecture Kembali Krusial di Era Agentic AI?

Di era agentic AI, enterprise architect tak lagi sekadar perancang blueprint teknologi. Perannya berevolusi menjadi semacam “tukang kebun perusahaan” yaitu memilih agen AI yang tepat, menanamnya di tempat yang sesuai, dan memangkas atau merawatnya sesuai kebutuhan bisnis.