Lintasarta Rilis “LAMPU”, Marketspace Berbasis AI Terangi Bisnis Masa Depan

Lintasarta memperkenalkan solusi AI LAMPU

Lintasarta Rilis “LAMPU”, Marketspace Berbasis AI Terangi Bisnis Masa Depan​Lintasarta memegang peran strategis sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, resmi meluncurkan Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU).

Bukan sekadar pasar digital biasa, platform ini dirancang sebagai ekosistem terpadu yang menyederhanakan cara perusahaan mengadopsi solusi digital di era kecerdasan buatan.

​Melalui tautan lampu.ai, pelaku usaha kini bisa menemukan “toko serba ada” untuk kebutuhan teknologi. Mulai dari aplikasi Software as a Service (SaaS), layanan Cloud Compute, API, keamanan siber, hingga model prediksi AI dan analitik data, semuanya tersedia secara instan dalam satu wadah yang aman dan berdaulat.

​Solusi Satu Atap untuk Akselerasi Digital

​LAMPU hadir untuk memangkas kerumitan pengadaan teknologi yang selama ini sering menjadi hambatan perusahaan.

Dengan konsep one-stop solution, perusahaan lintas industri dapat dengan mudah mencari, mencoba, dan menerapkan solusi digital tanpa harus berpindah-pindah platform.

​Bayu Hanantasena (President Director & CEO Lintasarta) menjelaskan bahwa LAMPU adalah pengubah permainan (game changer) bagi dunia bisnis.

​”Kami mengubah cara perusahaan mengadopsi teknologi. Dengan infrastruktur konektivitas dan cloud Lintasarta yang kokoh, LAMPU menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha, penyedia solusi, hingga pengembang lokal untuk mempercepat inovasi dan memperluas skala bisnis mereka dengan jauh lebih efisien,” ungkap Bayu.

​Fleksibel, Aman, dan “Open Ecosystem”

​Salah satu keunggulan LAMPU terletak pada fleksibilitasnya. Pelanggan dapat memilih skema yang paling sesuai dengan anggaran mereka, mulai dari sistem pay-as-you-go, langganan (subscription), hingga lisensi korporasi.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan biaya sekaligus mempercepat waktu implementasi teknologi mereka (time-to-value).

​Mengusung prinsip ekosistem terbuka, LAMPU juga membuka pintu lebar bagi para mitra teknologi, startup, dan pengembang lokal.

Dengan dukungan konektor API dan integrasi cloud-native, para developer kini bisa lebih fokus menciptakan inovasi berbasis AI dan data analitik yang siap pakai untuk pasar yang lebih luas.

​Pilar 4C: Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

  1. ​Peluncuran LAMPU merupakan perwujudan nyata dari strategi 4C Lintasarta, yaitu:
  2. ​Connectivity: Jaringan luas dan stabil untuk performa aplikasi maksimal.
  3. ​Cloud: Kapasitas cloud berdaulat untuk menampung beban kerja AI.
  4. ​Cybersecurity: Proteksi menyeluruh terhadap ancaman serangan siber.
  5. ​Collaboration: Membangun kemitraan lintas sektor demi dampak digitalisasi yang lebih luas.

Lebih dari sekadar platform bisnis, LAMPU juga menjadi motor penggerak ekosistem AI nasional. Lintasarta menyediakan akses ke berbagai dataset lokal dan solusi AI yang siap pakai untuk industri. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan institusi akademik serta startup AI tanah air.

​Melalui pendekatan yang inklusif ini, Lintasarta menegaskan komitmennya untuk menjaga kedaulatan teknologi bangsa sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi digital menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

 

Baca Juga

Investasi Cerdas! Microsoft Raup Cuan Rp120 Triliun dari OpenAI

​Dalam laporan laba kuartal terbaru yang dirilis Rabu lalu, raksasa perangkat lunak itu mengungkap fakta mencengangkan. Laba bersih Microsoft melonjak sebesar USD7,6 miliar atau sekitar Rp120 triliun yang bersumber murni dari investasinya di OpenAI.