Investasi Cerdas! Microsoft Raup Cuan Rp120 Triliun dari OpenAI

​Dalam laporan laba kuartal terbaru yang dirilis Rabu lalu, raksasa perangkat lunak itu mengungkap fakta mencengangkan. Laba bersih Microsoft melonjak sebesar USD7,6 miliar atau sekitar Rp120 triliun yang bersumber murni dari investasinya di OpenAI.

Hubungan antara Microsoft dan OpenAI sering dikabarkan mengalami pasang surut. Namun, di dunia bisnis, angka tidak bisa berbohong. Di tengah pertumbuhan pendapatan OpenAI yang melesat tajam, Microsoft sebagai investor utama kini mulai memanen hasil yang sangat manis.

​Dalam laporan laba kuartal terbaru, raksasa perangkat lunak itu mengungkap fakta mencengangkan. Laba bersih Microsoft melonjak sebesar USD7,6 miliar atau sekitar Rp120 triliun yang bersumber murni dari investasinya di OpenAI.

Investasi Besar, Hasil Lebih Besar

​Meski tidak pernah dikonfirmasi secara publik, OpenAI memiliki perjanjian bagi hasil pendapatan sebesar 20 persen dengan Microsoft.

Hingga saat ini, perusahaan yang didirikan Bill Gates tersebut telah menyuntikkan dana lebih dari USD13 miliar ke laboratorium AI besutan Sam Altman tersebut.

​Strategi “setor modal” ini terbukti jitu. Saat ini, OpenAI tengah membidik pendanaan baru dengan valuasi fantastis yang diprediksi menembus angka USD750 miliar hingga USD830 miliar. Nilai yang menempatkan mereka di jajaran perusahaan teknologi paling berharga di dunia.

​Azure Jadi ‘Bensin’ di Balik Mesin Kecerdasan Buatan

​Hubungan keduanya bukan sekadar soal suntikan uang tunai, melainkan simbiosis mutualisme infrastruktur. OpenAI membutuhkan tenaga komputasi besar, dan Microsoft memiliki Azure.

​Dalam laporan keuangannya, Microsoft menyoroti beberapa poin krusial terkait kerja sama ini:

​Kontrak Jumbo: Pasca restrukturisasi menjadi perusahaan manfaat publik (public benefit corporation), OpenAI sepakat membeli layanan Azure senilai USD250 miliar.

​Lonjakan Kontrak: Kewajiban performa komersial alias kontrak yang sudah diteken namun belum dibayar Microsoft melonjak drastis dari USD392 miliar menjadi USD625 miliar.

​Dominasi OpenAI: Menariknya, Microsoft menyebutkan bahwa 45 persen dari total kenaikan kontrak tersebut disumbangkan oleh satu nama OpenAI.

​Tak Ingin Bergantung pada Satu Kaki

​Menariknya, Microsoft tidak menaruh semua telurnya dalam satu keranjang. Nama Anthropic, pesaing OpenAI, juga muncul sebagai pendorong performa seperti dikutip Tech Crunch.

Investasi USD5 miliar ke Anthropic pada November lalu sukses mendongkrak commercial bookings Microsoft hingga tumbuh masif 230 persen.

​”Bakar Uang” Demi Masa Depan

​Namun, untuk mengeruk keuntungan sebesar itu, Microsoft juga harus berani “bakar uang” demi infrastruktur.

Perusahaan merogoh kocek USD37,5 miliar untuk belanja modal hanya dalam satu kuartal. Dua pertiga dari dana tersebut dialokasikan untuk membeli GPU dan CPU kelas atas guna memperkuat Azure agar mampu melayani permintaan AI yang kian haus daya.

​Dominasi Cloud di Tengah Lesunya Sektor Gaming

​Secara keseluruhan, Microsoft mencatatkan total pendapatan USD81,3 miliar, melampaui ekspektasi analis Wall Street.

Meski lini gaming (Xbox) dan perangkat keras Windows cenderung jalan di tempat, dominasi di sektor cloud dan AI membuktikan bahwa kompas bisnis Microsoft kini telah sepenuhnya mengarah ke cloud dan masa depan digital.

 

Baca Juga