Era digital telah meningkatkan lonjakan data secara eksponensial. Hal ini mendorong perusahaan untuk menata ulang strategi manajemen storage mereka. Sistem yang andal, aman, dan efisien menjadi hal wajib yang tidak bisa ditawar.
Fakta tersebut mengemuka pada acara IBM FlashSystem User Group Indonesia yang berlangsung beberapa waktu lalu. Acara ini sendiri melibatkan puluhan pengguna IBM FlashSystem yang berbagi pengalaman mereka dalam mengelola storage saat ini.
Tantangan Mengelola Data di Era Digital
Pengalaman Bank Mandiri ini bisa menjadi contoh kompleksitas seputar storage yang terus meningkat. Seperti diungkap Donny Mailoa (Vice President IT Infrastructure Bank Mandiri), sejak aplikasi mobile banking Livin’ by Mandiri dirilis, jumlah transaksi meningkat drastis. “Transaksi finansial mencapai 60-70 juta transaksi per hari, bahkan 80 juta transaksi saat Lebaran,” ungkap Donny.
Tantangan semakin kompleks karena Bank Mandiri memiliki SLA response time di bawah 500ms. Jika response time melambat, mereka harus langsung melakukan identifikasi sumber masalah. “Padahal di sisi users, mungkin hal itu belum terasa,” tambah Donny.
Sedangkan Akhmad Zainy (SVP IT Bank Jabar) menyebut, pengelolaan kapasitas storage juga menjadi tantangan tersendiri. Hal ini tidak lepas dari regulasi terkait data retention dengan durasi waktu tertentu. “Tanpa fitur kompresi, terbayang betapa besar kapasitas yang harus disediakan,” tambah Zainy.
Selain itu, Zainy juga menyorot pentingnya storage yang dapat memberikan perlindungan data yang maksimal. Hal ini tidak lepas dari ancaman cyber security yang terus meningkat. “Bagi pelaku industri perbankan, hal ini sesuatu yang tidak bisa ditawar,” ungkap Zainy.
Keunggulan FCM4
Berbagai tantangan itulah yang IBM jawab melalui generasi FlashSystem terbaru. Salah satunya melalui FlashCore Module generasi ke-4 (FCM4) yang membuat storage IBM memiliki performa yang tinggi dan aman.
Secara prinsip, FlashCore Module adalah sebuah sistem prosesor yang ditanamkan di FlashSystem IBM. Prosesor ini berfungsi mengerjakan tugas terkait penyimpanan data yang biasanya dilakukan oleh prosesor di storage.
Keberadaan FCM membuat performa storage keseluruhan tetap terjaga. Contohnya melakukan kompresi data (sampai rasio 2:1 atau 3:1) tanpa menyebabkan penalti dari sisi kecepatan storage.
Di generasi FCM4, IBM bahkan menambahkan fitur yang menarik: kemampuan mendeteksi ransomware. Memanfaatkan machine learning yang mendeteksi aktivitas I/O (input/output) secara terus-menerus, FCM4 dapat mengenali anomali yang terjadi. Ketika mendeteksi pola serangan ransomware (seperti enkripsi massal yang tidak sah), FCM4 dapat mendeteksinya dalam waktu kurang dari 60 detik.
Setelah itu, sistem secara otomatis memicu pemuatan Safeguarded Copy (snapshot yang tidak bisa diubah/dihapus) untuk memastikan data aman tersedia untuk dipulihkan. Kemampuan ini tentu saja menciptakan rasa aman karena perlindungan data sudah dimulai dari sisi storage.
Zero Downtime Movement
Keunggulan lain dari IBM Flashsystem terbaru adalah pada teknologi Flash Grid. Ini adalah arsitektur penyimpanan berbasis federasi yang memungkinkan beberapa sistem IBM FlashSystem dikelola dan dioperasikan sebagai satu kesatuan sumber daya yang cerdas.
Fitur ini bekerja dengan menghubungkan berbagai unit penyimpanan independen ke dalam satu jaringan (grid) yang terintegrasi menggunakan perangkat lunak IBM Storage Virtualize. Dengan teknologi ini, administrator dapat memperlakukan cluster penyimpanan yang secara fisik terpisah secara fisik menjadi satu capacity pool. Dengan begitu, beban kerja dapat dipindahkan secara dinamis antar unit tanpa harus menghentikan operasional bisnis.
Pendekatan ini menjawab masalah downtime yang terjadi pada arsitektur penyimpanan tradisional. Sebelumnya, jika satu unit penyimpanan penuh atau perlu ditingkatkan (upgrade), proses pemindahan datanya sangat rumit dan berisiko mengganggu aplikasi.
Dengan Flash Grid, masalah ini diatasi melalui kemampuan migrasi data tanpa gangguan (non-disruptive migration). Artinya, perusahaan akan mendapatkan manfaat berupa efisiensi operasional yang maksimal, skalabilitas yang hampir tanpa batas, serta fleksibilitas bagi perusahaan untuk terus memperbarui infrastruktur mereka tanpa pernah mematikan layanan penting bagi pelanggan.
Dengan kemampuan seperti itu, IBM Storage FlashSystem adalah pilihan tepat dalam menjawab tantangan perusahaan hari ini maupun di masa depan.


