Gurita Bisnis Kerajaan AI Nvidia, Dari ChatGPT hingga xAI Milik Elon Musk

CEO Nvidia Jensen Huang

Dua tahun setelah ChatGPT meledak ke publik, satu nama muncul sebagai pemenang paling besar dari revolusi AI: Nvidia. Perusahaan yang dulu dikenal sebagai pembuat chip grafis untuk gamer itu kini menjelma menjadi perusahaan raksasa AI di dunia. Hal ini tidak lepas dari kemampuan parallel processing dari kartu grafis NVidia, yang sangat dibutuhkan teknologi AI dalam proses data training.

Saat ini Nvidia memiliki valuasi USD4,5 triliun, dengan pendapatan, laba, dan saham yang meroket tajam sejak 2023. Di balik layar kesuksesan itu, Nvidia juga sedang membangun kerajaan investasi AI global yang mencakup startup di berbagai belahan dunia.

Menurut data PitchBook, Nvidia telah berpartisipasi dalam lebih dari 50 kesepakatan investasi hingga Oktober 2025, belum termasuk investasi lewat dana ventura resminya, NVentures. Visinya jelas, Nvidia ingin memperluas ekosistem AI agar seluruh dunia digital berjalan di atas fondasi teknologi Nvidia.

“Nvidia bukan hanya menjual chip. Mereka menjual masa depan AI dan memastikan semua berjalan dengan GPU mereka,” kata seorang analis teknologi kepada TechCrunch.

10 Investasi Terbesar Nvidia, Dari ChatGPT hingga Robot Humanoid

1. OpenAI

Nvidia pertama kali mendukung OpenAI pada Oktober 2024 dengan investasi awal sekitar USD100 juta. Setahun kemudian, perusahaan itu mengumumkan rencana investasi raksasa senilai USD100 miliar sebagai bagian dari kemitraan strategis untuk membangun infrastruktur AI berskala global.

2. xAI

Meski OpenAI sempat meminta investornya tidak mendukung pesaingnya, Nvidia tetap ikut dalam pendanaan USD6 miliar untuk xAI, startup AI milik Elon Musk, pada Desember 2024. Menurut Bloomberg, sebagian besar dana itu digunakan untuk membeli perangkat keras dari Nvidia sendiri, menjadikan kerja sama ini win-win secara bisnis.

3. Mistral AI

Startup asal Prancis ini telah tiga kali menerima suntikan dana dari Nvidia. Terbaru, pada September 2025, Mistral AI mengantongi investasi €1,7 miliar atau sekitar USD2 miliar.

4. Reflection AI

Pada Oktober 2025, Nvidia menjadi salah satu investor terbesar dalam pendanaan USD2 miliar untuk Reflection AI, startup asal AS yang berambisi menyaingi DeepSeek dari Tiongkok. Reflection AI ingin membangun model bahasa besar (LLM) yang terbuka dan lebih murah dibanding model tertutup seperti OpenAI dan Anthropic.

5. Thinking Machines Lab

Didirikan oleh mantan CTO OpenAI Mira Murati, startup Thinking Machines Lab langsung menggebrak dengan pendanaan USD2 miliar pada Juli 2025. Nvidia termasuk dalam daftar investornya.

6. Inflection AI

Nvidia menanamkan USD1,3 miliar ke Inflection AI, startup yang didirikan oleh Mustafa Suleyman, co-founder DeepMind. Namun, setahun kemudian Microsoft mengakuisisi lisensi teknologinya seharga USD620 juta, meninggalkan masa depan Inflection dalam ketidakpastian.

7. Nscale

Startup Nscale membangun pusat data di Inggris dan Norwegia untuk mendukung proyek Stargate milik OpenAI. Nvidia ikut mengucurkan dana USD433 juta untuk proyek ini.

8. Wayve

Asal Inggris, Wayve sedang mengembangkan sistem self-learning untuk kendaraan otonom. Nvidia ikut dalam pendanaan USD1,05 miliar pada Mei 2024 dan berencana menambah USD500 juta lagi tahun ini. Startup ini kini menguji mobil otonom di Inggris dan San Francisco.

9. Figure AI

Perusahaan robotika humanoid ini mencuri perhatian setelah mengumpulkan lebih dari USD1 miliar dalam pendanaan Seri C pada September 2025. Nvidia sudah menjadi investornya sejak Februari 2024.

10. Scale AI

Penyedia layanan pelabelan data Scale AI berhasil mengamankan investasi USD1 miliar pada Mei 2024 dengan partisipasi Nvidia, Amazon, Meta, dan Accel.

Investasi Ratusan Juta Dolar: Dari Energi Nuklir hingga AI Medis

Selain 10 nama besar di atas, Nvidia juga menebar jaring investasi ke berbagai sektor lain — mulai dari energi, data center hijau, kendaraan otonom, hingga AI medis:

1. Commonwealth Fusion (nuklir) – USD863 juta

2. Crusoe (pusat data hijau) – USD686 juta

3. Cohere (LLM enterprise) – USD500 juta

4. Perplexity (AI search) – USD500 juta

5. Poolside (AI coding assistant) – USD500 juta

6. Lambda (AI cloud) – USD480 juta

7. Together AI (cloud model) – USD305 juta

8. Firmus Technologies (data center hijau di Tasmania) – USD215 juta

9. Sakana AI (AI murah asal Jepang) – USD214 juta

10. Nuro & Waabi (kendaraan otonom) – masing-masing di atas USD200 juta

11. Hippocratic AI (AI kesehatan) – USD141 juta

12. Runway (AI media) – USD308 juta

13. Reka AI (AI riset, mitra Snowflake) – USD110 juta

Lebih dari Sekadar Pembuat GPU

Melihat daftar panjang itu, Nvidia kini bukan sekadar produsen chip grafis. Nvidia telah berubah menjadi penopang utama infrastruktur AI global dari chip hingga cloud, dari robot hingga mobil otonom. Dengan puluhan investasi bernilai miliaran dolar AS, Nvidia berhasil menciptakan ekosistem AI yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Setiap startup yang tumbuh di bawah sayapnya berpotensi meningkatkan permintaan GPU dan menjadikan Nvidia bukan hanya pemasok teknologi, tapi juga arsitek masa depan kecerdasan buatan. “Setiap dolar yang ditanam Nvidia ke startup AI akan kembali berlipat dalam bentuk permintaan chip,” tulis analis Futurum Group, Daniel Newman.

Di tengah persaingan ketat dengan AMD, Intel, dan bahkan Google, strategi “gurita investasi” Nvidia membuatnya bukan sekadar pemain utama tetapi pusat gravitasi dalam semesta AI modern.

Baca Juga

Fintech Kuasai Agentic AI, Bank Terancam Tertinggal

Menurut laporan terbaru McKinsey & Co, fintech kini menjadi pemain paling agresif dalam mengadopsi teknologi AI khususnya agentic AI. Sedangkan, banyak bank tradisional masih terseret proses internal yang panjang dan keterbatasan teknologi lama.