Persaingan mengembangkan teknologi AI di dunia enterprise semakin sengit. Setelah OpenAI dan Anthropic, kini giliran Google meluncurkan Gemini Enterprise.
Gemini Enterprise adalah sebuah platform komprehensif untuk membantu perusahaan membangun dan mengelola asisten AI mereka sendiri. Langkah itu menjadi amunisi terbaru Google untuk menantang para pemain besar di pasar AI enterprise yang terus memanas.
Google mengumumkan pelanggan awal Gemini Enterprise mulai dari Figma, Klarna, Gordon Food Service, Macquarie Bank, hingga Virgin Voyages. Beberapa di antaranya telah mengoperasikan lebih dari 50 agen AI khusus untuk berbagai tugas otonom di perusahaan.
“Gemini Enterprise adalah pintu gerbang baru bagi AI di tempat kerja,” tulis CEO Google Cloud Thomas Kurian dalam blog resminya seperti dikutip TechCrunch.
Beda dari Sebelumnya
Meski mengusung nama yang sama, Gemini Enterprise bukan sekadar pembaruan dari add-on AI di Google Workspace. Versi terbarunya kini berdiri sebagai platform mandiri di bawah Google Cloud.
Jika dulu fitur AI hanya tersedia sebagai tambahan di paket Workspace Business dan Enterprise, kini Gemini Enterprise menawarkan kemampuan yang jauh lebih luas.
Kini Gemini Enterprise memungkinkan perusahaan membangun, melatih, dan menjalankan asisten AI sesuai kebutuhan bisnis. Langkah itu juga menandai perubahan strategi besar Google dalam menghadirkan AI untuk kalangan profesional dan enterprise.
Terintegrasi di Satu Tempat
Gemini Enterprise membantu perusahaan membuat, berbagi, dan menggunakan agen AI untuk berbagai kebutuhan mulai dari penjualan, pemasaran, teknik, SDM, hingga keuangan.
Kini agen-agen AI itu dapat mengakses, menggabungkan, dan menganalisis data internal perusahaan bersamaan dengan alat AI Google seperti Code Assist dan Deep Research dalam satu alur kerja terpadu.
Pengguna dapat berinteraksi dengan agen AI lewat chatbot Gemini Enterprise yang terhubung langsung ke data kerja termasuk Google Workspace, Microsoft 365, Salesforce, hingga SAP.
Selain itu, ada juga fitur tanpa kode (no-code) yang memudahkan karyawan menjalankan proses internal dan kerangka tata kelola terpusat. Hal itu memungkinkan perusahaan memantau, mengamankan, dan mengaudit seluruh agen AI dari satu dasbor.
Harga dan Paket Berlangganan
Google menghadirkan Gemini Enterprise dalam dua edisi tahunan yaitu Standard dan Plus dengan harga mulai USD 30 per pengguna per bulan. Bagi UMKM, ada paket Gemini Business seharga USD 21 per pengguna per bulan, lengkap dengan masa uji coba gratis selama 30 hari.
Peluncuran Gemini Enterprise memperkuat posisi Google Cloud di tengah persaingan bisnis AI enterprise yang bernilai miliaran dolar AS.
Dengan kemampuan integrasi lintas platform dan keamanan data yang kuat, Google berharap solusi itu bisa menjadi pintu utama transformasi digital berbasis AI di lingkungan kerja modern.
OpenAI mengklaim memiliki lebih dari 5 juta pengguna bisnis lewat ChatGPT Enterprise. Sementara itu Deloitte baru-baru ini mengumumkan rencana mengadopsi chatbot Claude milik Anthropic untuk 500.000 karyawannya di seluruh dunia.
Dengan Gemini Enterprise, Google ingin menghadirkan solusi AI yang lebih aman, terintegrasi, dan mudah diakses bagi semua kalangan bisnis.
“Kami ingin menjadikan Gemini Enterprise sebagai cara paling aman dan efisien bagi perusahaan untuk bekerja dengan AI,” tutup Kurian.
Dengan kehadiran Gemini Enterprise, kini AI tak lagi sekadar alat bantu tetapi juga rekan kerja digital yang bisa berpikir dan bertindak mandiri.


