Empat Strategi Jitu Memilih Penyedia Cloud AI untuk Perusahaan

Di tengah lonjakan biaya cloud dan derasnya arus investasi kecerdasan buatan (AI), para Chief Information Officer (CIO) kini ditantang untuk lebih cerdas dalam menentukan arah teknologi.

Keputusan memilih penyedia layanan cloud berbasis AI bukan lagi sekadar urusan teknis. Keputusan itu juga harus didasari strategi bisnis yang akan menentukan efisiensi dan daya saing perusahaan di masa depan.

Menurut riset Gartner, keputusan itu berperan besar dalam menentukan seberapa efektif perusahaan mengelola anggaran dan mempercepat inovasi.

“Cloud dan AI memiliki hubungan simbiosis. Cloud menyediakan infrastruktur vital bagi AI mulai dari komputasi, penyimpanan, hingga jaringan,” ujar Ed Anderson (Distinguished VP Analyst di Gartner, dalam ajang Gartner IT Symposium/Xpo) seperti dikutip CIO Dive.

Laporan Dell’Oro Group mengungkapkan, ada 10 raksasa cloud dunia termasuk Google, Microsoft, dan AWS kini menguasai lebih dari separuh investasi pusat data global. Nilai investasinya melonjak 51 persen pada 2024 hingga mencapai USD 455 miliar.

Namun di tengah dominasi para hyperscaler, muncul juga pemain baru seperti CoreWeave, Vultr, dan DigitalOcean yang menawarkan layanan lebih spesifik dan fleksibel untuk kebutuhan AI.

Empat Langkah Jitu Menilai Penyedia Cloud AI

Lalu, bagaimana memilih layanan cloud AI yang tepat? Berikut empat kriteria yang harus menjadi perhatian.

1. Tentukan kebutuhan dan jenis model AI

Setiap organisasi memiliki kebutuhan unik, mulai dari pelatihan model, pengembangan agen AI, hingga integrasi dengan aplikasi yang ada. Ada organisasi yang butuh semua, ada juga yang hanya membutuhkan sebagian dari life cycle AI tersebut. Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah pahami dulu use case. Dari situ, kita tentukan jenis lingkungan cloud yang paling cocok, apakah publik, privat, atau hibrida.

2. Bedah kapabilitas dan layanan tiap vendor

Jangan hanya terpaku pada nama besar. Gartner menyarankan CIO untuk menelusuri kemampuan teknis setiap penyedia seperti performa server AI, dukungan GPU, efisiensi penyimpanan, dan struktur biaya jangka panjang.

3. Manfaatkan hubungan lama dengan vendor

Jika perusahaan sudah bekerja sama dengan penyedia cloud tertentu, gunakan relasi itu untuk menegosiasikan layanan AI tingkat lanjut atau skema harga lebih efisien. “Gunakan kekuatan relasi yang sudah ada,” saran Anderson.

4. Perkuat tata kelola, keamanan, dan keterampilan tim

Adopsi Cloud AI juga membawa risiko baru mulai dari kebocoran data hingga bias algoritma. Karena itu, perusahaan perlu memperkuat kebijakan keamanan dan memastikan tim IT memiliki kompetensi untuk mengelola sistem AI berbasis cloud.

Era Hybrid dan Neocloud

Selain hyperscaler dan penyedia spesialis, kini muncul tren baru yaitu AI-optimized cloud atau neocloud, penyedia cloud yang dirancang khusus untuk beban kerja AI berat.

Menurut Synergy Research Group, pendapatan neocloud diperkirakan mencapai USD23 miliar pada 2025 dan melesat hingga USD 80 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 69 persen.

Meski begitu, Gartner menilai sebagian besar organisasi akan tetap memilih strategi hybrid cloud AI yaitu menggabungkan beberapa penyedia untuk menjaga fleksibilitas.

“Pendekatan hybrid akan menjadi kunci. Perusahaan akan menggunakan kombinasi layanan dan penyedia untuk mencapai tujuan bisnisnya,” tutur Anderson.

Memilih penyedia Cloud AI bukan hanya soal harga atau kapasitas server, melainkan tentang menemukan mitra teknologi yang sejalan dengan arah bisnis.

Dengan strategi yang matang, CIO dapat memastikan setiap rupiah investasi cloud benar-benar mendorong inovasi, efisiensi, dan ketahanan digital perusahaan di era AI.

Baca Juga

Mengapa Enterprise Architecture Kembali Krusial di Era Agentic AI?

Di era agentic AI, enterprise architect tak lagi sekadar perancang blueprint teknologi. Perannya berevolusi menjadi semacam “tukang kebun perusahaan” yaitu memilih agen AI yang tepat, menanamnya di tempat yang sesuai, dan memangkas atau merawatnya sesuai kebutuhan bisnis.