Coursera Akuisisi Udemy Rp40 Triliun, Siap Dominasi Pendidikan Online Global

Dua raksasa pendidikan digital dunia Coursera dan Udemy resmi mengumumkan kesepakatan merger bernilai sekitar USD2,5 miliar atau Rp40 triliun.

Dua raksasa pendidikan digital dunia Coursera dan Udemy resmi mengumumkan kesepakatan merger bernilai sekitar USD2,5 miliar atau Rp40 triliun.

Langkah itu menjadi salah satu konsolidasi terbesar dalam sejarah industri pembelajaran daring sekaligus menandai babak baru persaingan di sektor edukasi global.

Dalam kesepakatan tersebut, Coursera akan mengakuisisi Udemy melalui transaksi saham penuh (all-stock transaction).

Kedua perusahaan itu menargetkan proses merger rampung pada paruh kedua tahun depan, dengan catatan memperoleh persetujuan regulator dan pemegang saham.

Merger di Tengah Tekanan Pasar

Pengumuman ini datang di saat yang menantang bagi kedua perusahaan. Meski Coursera dan Udemy sama-sama mencatat pertumbuhan pendapatan pada kuartal ketiga 2025, harga saham keduanya justru mengalami penurunan.

Kondisi itu mencerminkan keraguan investor terhadap prospek jangka panjang platform pembelajaran online di tengah perubahan cepat teknologi dan perilaku pengguna.

Melalui merger itu, manajemen kedua perusahaan berharap dapat memulihkan kepercayaan pasar sekaligus membuka peluang imbal hasil jangka pendek dan pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Melalui kombinasi dengan Coursera, kami akan menciptakan manfaat nyata bagi para pelajar, pelanggan enterprise, dan instruktur, sekaligus memberikan nilai signifikan bagi para pemegang saham,” ujar CEO Udemy Hugo Sarrazin dalam pernyataan resmi yang dikutip TechCrunch.

AI Jadi Poros Strategi Baru

Merger itu tidak bisa dilepaskan dari satu kata kunci utama yaitu kecerdasan buatan (AI). Pasar pembelajaran online terus berkembang seiring meningkatnya adopsi AI di dunia kerja. Coursera serta Udemy melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi mereka.

Sarrazin menegaskan kolaborasi kedua platform akan mempercepat pengembangan produk pembelajaran berbasis AI.

Sebelumnya, Coursera telah mengumumkan integrasi dengan ekosistem aplikasi ChatGPT milik OpenAI serta menjalin kemitraan konten dengan Anthropic.

Sementara itu, Udemy juga baru meluncurkan produk terbarunya, “AI-powered micro learning experience” yang menawarkan pembelajaran singkat dan personal untuk menyesuaikan dengan jadwal pengguna yang semakin padat.

Menjawab Tantangan Dunia Kerja Baru

Lebih dari sekadar konsolidasi bisnis, merger ini diposisikan sebagai respons terhadap perubahan besar di dunia kerja. Kini, AI bukan lagi nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar bagi pelajar dan tenaga kerja lintas industri.

Permintaan tenaga kerja dengan keterampilan AI melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, sebuah survei menunjukkan satu dari tiga manajer perekrutan enggan mempertimbangkan kandidat tanpa kemampuan AI.

“Kita berada di momen krusial ketika AI dengan cepat mendefinisikan ulang keterampilan yang dibutuhkan di setiap pekerjaan dan industri. Organisasi dan individu di seluruh dunia membutuhkan platform yang seagile keterampilan baru yang harus mereka kuasai,” ujar CEO Coursera, Greg Hart.

Konsolidasi yang Mengubah Peta Edtech Global

Jika mendapat lampu hijau dari regulator, merger Coursera dan Udemy berpotensi melahirkan platform pembelajaran online terbesar dan paling berpengaruh di dunia, dengan jangkauan pengguna individu, korporasi, hingga institusi pendidikan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan reskilling dan upskilling, terutama yang berkaitan dengan AI dan teknologi digital, langkah ini dinilai krusial. Merger tersebut berpotensi menjadi penentu arah masa depan pendidikan global lebih terpersonalisasi, lebih adaptif, dan semakin terintegrasi dengan kebutuhan industri.

Satu hal yang jelas, era baru pembelajaran digital telah dimulai. Dan melalui konsolidasi besar ini, Coursera dan Udemy ingin memastikan mereka berada di barisan terdepan.

 

Baca Juga