Di tengah persaingan sengit industri kecerdasan buatan (AI) global, Anthropic tampil sebagai penantang serius OpenAI dengan strategi yang fokus pada pasar korporasi. Perusahaan asal San Francisco itu melaju kencang di jalur enterprise dengan model AI-nya, Claude yang kini menjadi favorit banyak perusahaan besar.
Anthropic juga menargetkan pendapatan fantastis pada tahun 2026, yaitu USD70 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun.
Claude, dari Chatbot Jadi Asisten Korporasi
Lonjakan ambisi itu didorong oleh agresivitas Anthropic dalam memperluas pasar business-to-business (B2B). Salah satu langkah besarnya adalah menggandeng raksasa layanan profesional Cognizant Technology Solutions untuk memperkuat kualitas dan jangkauan layanan.
Kesepakatan dengan Cognizant itu menjadi salah satu kontrak terbesar Anthropic sejauh ini. AI Claude akan dipakai oleh 350.000 karyawan Cognizant di seluruh dunia. Tak hanya itu, Cognizant juga akan ikut menjual model AI Claude ke klien mereka di berbagai sektor mulai dari keuangan, layanan kesehatan, hingga life science.
“Semua klien korporasi tahu mereka butuh AI, tetapi mereka masih mencari cara terbaik untuk menerapkannya. Dengan menggandeng Cognizant, kami ingin mempercepat adopsi AI di dunia bisnis,” kata Paul Smith (Chief Commercial Officer Anthropic) seperti dikutip dari TechCrunch.
Kolaborasi itu juga menjadi solusi atas keterbatasan tim lapangan Anthropic.
Anthropic memang memiliki tim “forward-deployed engineers” untuk membantu klien menerapkan AI. Namun, jumlahnya masih terlalu sedikit untuk menjangkau seluruh perusahaan Fortune 2000. Lewat jaringan global Cognizant, Anthropic kini bisa masuk lebih dalam ke dunia korporasi besar.
Bagi Cognizant, kemitraan itu bukan sekadar membeli teknologi. CEO Cognizant Ravi Kumar S mengatakan langkah itu sebagai transformasi strategis yang menggeser posisi Cognizant dari sekadar system integrator menjadi AI builder.
“Klien kami sedang melakukan reinvensi bisnis dan proses kerja. AI memaksa kita membangun ulang cara kerja itu sendiri,” kata Ravi.
Dengan mengintegrasikan Claude ke dalam layanan profesionalnya, Cognizant berharap dapat menawarkan solusi AI yang lebih kontekstual dan relevan di setiap industri.
Menantang OpenAI di Panggung Global
Anthropic kini memiliki lebih dari 300.000 pelanggan bisnis, dengan 80 persen pendapatannya berasal dari segmen korporasi.
Tahun ini saja, pendapatan dari penjualan akses API ke model AI-nya diperkirakan mencapai USD3,8 miliar, dua kali lipat dibanding OpenAI dari kanal serupa.
Claude versi bisnis seperti Claude Code, Claude Sonnet 4.5, dan Claude Haiku 4.5 mulai mendominasi pasar AI perusahaan. Model-model AI Anthropic itu terbukti lebih efisien dan hemat biaya, cocok untuk sektor keuangan, konsultansi, dan layanan profesional.
Anthropic juga memperluas lini produknya dengan Claude for Financial Services dan Enterprise Search, fitur yang memungkinkan perusahaan menghubungkan seluruh aplikasi kerja internal langsung ke Claude.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Anthropic akan mencatat arus kas positif sebesar USD 17 miliar pada 2028. Margin laba kotornya diproyeksikan melonjak dari minus 94 persen pada tahun lalu menjadi plus 77 persen dalam empat tahun ke depan.
Sedangkan, rival utamanya OpenAI memang mempunyai 800 juta pengguna mingguan dan valuasi mencapai USD 500 miliar. Namun, perusahaan itu justru diprediksi akan membakar dana hingga USD115 miliar sampai 2029 untuk ekspansi infrastrukturnya.
Jika OpenAI masih fokus pada pengguna individu lewat ChatGPT, Anthropic justru membangun AI yang benar-benar memahami cara kerja dunia bisnis.
Menuju Valuasi Ratusan Miliar Dolar
Pada September lalu, Anthropic telah mengumpulkan USD13 miliar dalam putaran pendanaan yang mengangkat valuasinya ke USD 170 miliar. Jika tren itu berlanjut, analis memperkirakan valuasinya bisa meroket ke USD 300–400 miliar dalam waktu dekat.
Anthropic tampaknya siap menulis ulang peta kekuatan di dunia AI enterprise. Hal itu terlihat dari kombinasi teknologi Claude yang semakin matang dan kolaborasi strategis bersama Cognizant, Deloitte, dan Microsoft.
Dengan proyeksi pendapatan USD 70 miliar, kini Claude bukan sekadar chatbot pintar, melainkan representasi nyata evolusi AI yang dirancang untuk dunia bisnis.


