Citi Uji Space, Ruang Kolaborasi AI untuk Percepat Pengambilan Keputusan

Ilustrasi CitiGroup

Citigroup terus memperkuat penetrasi kecerdasan buatan (AI) di ekosistem kerja internalnya. Raksasa perbankan global itu mulai menguji fitur “Spaces”, sebuah ruang kerja digital terintegrasi yang memungkinkan karyawan berkolaborasi dalam proyek berbasis AI secara aman dan efisien.

​Melalui fitur itu, tim yang terdiri hingga 15 orang dapat menyusun dokumen, melakukan analisis, hingga membuat laporan dalam satu ruang kerja yang sama.

Saat ini, uji coba melibatkan 250 karyawan dan dijadwalkan akan segera merambah ke 182.000 pegawai yang telah menggunakan platform Stylus Workspaces dalam beberapa minggu ke depan.

​Menghapus Sekat Kolaborasi Tradisional

​Chief Technology Officer (CTO) Citi David Griffiths mengatakan bahwa sebagian besar alur kerja di perbankan bersifat kolaboratif. Karena itu, AI harus hadir sebagai solusi yang memangkas birokrasi teknis, bukan justru menambah beban kerja.

​”Kami menyadari bahwa mayoritas proyek adalah kerja tim. Tujuan kami adalah menggunakan AI untuk mengurangi sebanyak mungkin tahapan tambahan yang tidak perlu,” ujar Griffiths dilansir dari CIO Dive.

​Sebelum adanya Spaces, karyawan menggunakan Stylus Workspaces secara individual. Hasil analisis harus dipindahkan secara manual ke platform lain untuk dibagikan kepada tim. Proses “bolak-balik” inilah yang dianggap tidak efisien.

​“Dengan Spaces, kami menghapus hambatan dalam membagikan draf dokumen atau laporan. Karyawan tidak perlu lagi keluar dari platform AI hanya untuk mendapatkan umpan balik atau persetujuan,” tambahnya.

​Dari Percakapan Mandiri ke Ekosistem Tim

​Transformasi itu menandai pergeseran penggunaan AI di Citi dari sekadar asisten pribadi menjadi alat kolaborasi tim.

Griffiths menjelaskan bahwa Spaces memungkinkan rekan kerja berinteraksi langsung dalam satu utas percakapan AI yang terpusat.

​Hingga saat ini, platform Stylus Workspaces telah digunakan untuk berbagai fungsi krusial, seperti:

  1. ​Riset & Analisis: Merangkum hasil riset pasar dan data internal.
  2. ​Manajemen Proyek: Menyusun laporan perkembangan dan tata kelola proyek.
  3. ​Komunikasi: Penulisan draf email formal dan korespondensi bisnis.

​Didukung Teknologi Google Gemini dan Anthropic

​Untuk menjamin akurasi dan performa, Stylus Workspaces dibangun menggunakan model bahasa besar (Large Language Models) terkemuka, yakni Google Gemini dan Anthropic Claude.

Sistem itu mampu mengolah data internal Citi yang bersifat rahasia secara aman, sembari tetap memiliki kemampuan menelusuri informasi terkini dari internet.

​Tak hanya itu, Citi mulai mengintegrasikan alat manajemen proyek populer seperti Jira ke dalam sistem ini. Integrasi itu bertujuan agar karyawan dapat menyelesaikan seluruh siklus pekerjaan dalam satu dasbor terpadu tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi.

​Bagian dari Transformasi Digital Besar-besaran

​Inovasi Spaces merupakan kelanjutan dari peluncuran fitur Agentic AI di Citi sebelumnya, yang dirancang untuk mengekstraksi wawasan. CEO Citi, Jane Fraser, menegaskan bahwa AI adalah mesin efisiensi baru, terutama dalam mengevaluasi 50 proses operasional paling kompleks di bank tersebut.

​Dalam laporan kinerja kuartal IV 2025, Fraser menyatakan bahwa transformasi teknologi ini telah mengubah wajah infrastruktur dan kontrol internal Citi secara drastis dibandingkan lima tahun lalu.

​Langkah Citigroup mencerminkan tren global di sektor jasa keuangan. AI tidak lagi dipandang sebagai “alat bantu” semata, melainkan fondasi kolaborasi modern.

Dengan memusatkan kerja tim di dalam platform AI, Citi tidak hanya mempercepat alur kerja, tetapi juga menciptakan standarisasi pengambilan keputusan yang lebih tajam dan berbasis data.

 

Baca Juga