Sejak awal, CIO Insight Indonesia memiliki misi menyediakan platform bagi IT Leaders perusahaan Indonesia untuk belajar dan berbagi. Platform tersebut diharapkan menjadi pembelajaran bagi IT Leaders Indonesia dalam mendorong transformasi digital di organisasinya, yang berujung pada kemajuan ekosistem digital di Indonesia.
Terkait misi tersebut, CIO Insight Indonesia membuat program yang disebut Visionary Journey. Melalui program ini, kami mengajak IT Leaders Indonesia ke sebuah acara kelas global untuk belajar sekaligus melakukan benchmark dengan perusahaan kelas global.
Pada kesempatan pertama ini, Visionary Journey berpartisipasi di acara IBM Think on Tour Singapore. Ada 11 IT Leaders yang mengikuti program ini, seperti Sonny Hendra Sudaryana (Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI), Charles Budiman (Chief Digital Maybank Indonesia), serta Henrisa Lubis (Direktur IT and Digital Mandiri Taspen).
Sebagai informasi, IBM Think adalah acara tahunan yang mengangkat perkembangan teknologi terkini dan penerapannya di organisasi. Pada level global, IBM Think telah berlangsung pada bulan Mei 2026 kemarin. Setelah itu, IBM juga menyelenggarakan Think pada level regional. Termasuk, IBM Think on Tour Singapore yang mengangkat perkembangan teknologi dan implementasinya di level Asia Pasifik.
Pentingnya Mitigasi Risiko
Para IT Leaders yang mengikuti Visionary Journey mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Visionary Journey ini. Seperti diungkap Agus Trisusanto (VP Digitalisasi Kelistrikan PLN), teknologi yang ditunjukkan di acara ini sangat relevan dengan tantangan industri energi saat ini. Contohnya Agentic AI dan komputasi kuantum. “PLN sendiri dalam tahap awal pemanfaatan Agentic AI. Tantangannya, bagaimana kami membuat kelistrikan lebih aman,” ungkap Agus.
Agus juga menyampaikan apresiasi kepada CIO Insight Indonesia atas acara ini dan optimistis dapat memperkuat kolaborasi strategis dengan penyedia teknologi ke depannya. “Berbekal konten acara ini, kami cukup percaya diri bisa bekerjasama dengan vendor-vendor teknologi ke depannya,” ungkap Agus.
Sementara Henrisa Lubis (Direktur IT and Digital Mandiri Taspen) menyebut, acara ini memberikan perspektif baru terkait implementasi AI. Henrisa mengaku, organisasinya saat ini masih dalam tahap awal soal implementasi AI. “Implementasi utama kami pada sistem face recognition nasabah,” ungkap pria yang memiliki pengalaman puluhan tahun di industri perbankan tersebut.
Akan tetapi ke depan, Mandiri Taspen telah menyiapkan sejumlah agenda pemanfaatan AI guna mendongkrak efisiensi operasional kantor serta meningkatkan kemudahan layanan pelanggan. Dari sisi tantangan, Henrisa menunjuk aspek keamanan dan mitigasi risiko menjadi sorotan utama dalam adopsi teknologi tingkat lanjut seperti agentic AI.
“Yang paling menarik dari Agentic AI bukan manfaatnya, tapi risk-nya,” ujar Henrisa. “Dengan banyaknya agentic AI ke depan, kira-kira apa yang akan terjadi? Tentunya ada banyak hal yang harus kami pertimbangkan dari sisi ancaman dan mitigasinya,” pungkasnya.
Pemerintah Dorong Mitigasi Pasca-Kuantum dan Literasi Digital
Sementara itu Sonny Hendra Sudaryana (Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI) memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan IBM Think on Tour 2026. Menurutnya, kegiatan ini memberikan banyak insight berharga bagi para peserta melalui tiga manfaat utama. Pertama adalah akses langsung terhadap inovasi teknologi seperti komputasi kuantum dari para ahli, kedua berbagi pengetahuan mengenai transformasi digital, serta ketiga peluang memperluas jaringan kemitraan.
Dari banyak tersebut, Sonny menyoroti urgensi persiapan menghadapi era pasca-kuantum (post-quantum).
“Ini hal baru, karena baru dua minggu lalu kami baru berbicara quantum computing dan post quantum. Apa persiapannya? Kita belum menginvestasikan resources untuk menghadapi tren baru ini. Yang penting, kita akan menyakinkan level elit betapa pentingnya (persiapan) untuk menghadapi post quantum ini,” ungkapnya.
Sonny juga mengingatkan para profesional teknologi untuk terus memperbarui wawasan secara berkala mengingat siklus inovasi yang kini bergerak dalam hitungan minggu, bukan tahunan lagi. “Enam bulan lagi udah beda. Jadi penting untuk temen-temen mengupgrade skill dan relearning terkait teknologi,” tegas Sonny.


