BSI Modernisasi Layanan Perbankan Syariah dengan Oracle Autonomous Database

BSI Modernisasi Layanan Perbankan Syariah dengan Oracle Autonomous Database

Bank Syariah Indonesia (BSI) terus mempercepat langkah transformasi digitalnya. Demi melayani lebih dari 40 juta nasabah pada 2025, BSI memilih beralih ke Oracle Autonomous Database on Exadata Cloud@Customer.

Langkah strategis itu bertujuan menyederhanakan infrastruktur IT sekaligus meningkatkan produktivitas di seluruh lini operasional. Hal ini menjadi penting mengingat BSI adalah merger dari tiga bank syariah besar (Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah).

“Autonomous Database on Cloud@Customer menjawab seluruh tantangan performa akibat peningkatan volume data pascamerger. Teknologi ini juga membantu kami mengatasi keterbatasan SDM melalui otomatisasi dan teknologi cloud,” kata Arief Sunandar (Senior Vice President IT Application Support PT Bank Syariah Indonesia).

“Kami akan terus melanjutkan perjalanan ini untuk meningkatkan kepuasan nasabah lewat layanan digital yang lebih cepat dan informatif,” tambahnya seperti dikutip dari blog resmi Oracle.

Tantangan BSI Pascamerger

Sebagai bank hasil penggabungan tiga entitas besar, BSI menghadapi tantangan besar dalam mengelola lonjakan data dan sistem operasional yang beragam. Sistem on-premises sebelumnya terlalu kompleks dan lambat, terutama saat periode pelaporan keuangan dan analisis risiko.

Kondisi itu menyebabkan analisis bisnis sering terlambat dan hasilnya kurang memuaskan bagi pengguna internal. Selain itu, tim IT juga kewalahan menangani tugas rutin seperti tuning, patching, backup, dan perencanaan kapasitas sistem. Semua itu harus dilakukan sambil memastikan setiap layanan tetap sesuai dengan prinsip syariah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BSI pun memilih solusi Oracle Autonomous Database on Exadata Cloud@Customer. Platform cloud database ini dipilih karena memiliki kinerja tinggi, keamanan berlapis, dan pembaruan otomatis. “Dengan Oracle Autonomous Database dan Exadata Cloud@Customer, produksi laporan keuangan kini bisa dilakukan dua kali lebih cepat,” ujar Arief.

Salah satu keunggulan utama sistem itu adalah kemampuannya menjalankan cloud database di pusat data milik BSI sendiri. Fitur itu memenuhi regulasi lokal terkait residensi data dan memberikan fleksibilitas penuh bagi pengelolaan data internal.

Berbasis machine learning, sistem itu mampu mengotomatisasi berbagai tugas administratif seperti provisioning, tuning, dan backup. Dengan demikian, tim IT dapat lebih fokus pada pengembangan inovasi dan peningkatan layanan digital. Oracle juga menyediakan alat integrasi data seperti Oracle Data Integrator dan Oracle GoldenGate yang memudahkan migrasi data dari sistem lama ke platform baru dengan efisien.

Dampak Nyata Modernisasi

Hasil transformasi ini terasa dalam waktu singkat. Hanya dalam empat bulan, BSI sukses memigrasikan sistem manajemen informasinya ke Oracle Autonomous Data Warehouse.

Dampaknya pun signifikan, seperti:

  1. Proses pengolahan data dan pembuatan laporan keuangan meningkat 50 persen lebih cepat,
  2. laporan dan analisis tersedia secara real-time,
  3. Beban administrasi IT menurun drastis berkat otomatisasi penuh.

Selain itu, platform data otonom itu memperkuat fondasi digital BSI melalui efisiensi operasional dan integrasi lintas sistem. Teknologi itu juga mendukung berbagai aplikasi digital yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Melalui transformasi ini, BSI pun semakin percaya diri menjawab tantangan ke depan. Salah satunya, mengembangkan Operational Data Store untuk memperkuat ekosistem aplikasi digitalnya. Langkah itu akan mengalihkan transaksi berbasis query dari sistem utama untuk meningkatkan kecepatan layanan dan kepuasan nasabah.

Dengan dukungan teknologi Oracle, BSI melangkah mantap menuju posisi sebagai bank syariah modern berkelas dunia. Bank Syariah Terbesar di Indonesia itu berhasil menggabungkan nilai-nilai syariah dengan efisiensi digital dan kecerdasan data.

Baca Juga

Fintech Kuasai Agentic AI, Bank Terancam Tertinggal

Menurut laporan terbaru McKinsey & Co, fintech kini menjadi pemain paling agresif dalam mengadopsi teknologi AI khususnya agentic AI. Sedangkan, banyak bank tradisional masih terseret proses internal yang panjang dan keterbatasan teknologi lama.