Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar. Seharusnya, hal itu mendorong pembangunan besar-besaran data center di Indonesia.
Namun faktanya, industri data center Indonesia ketinggalan dibanding Singapura dan Malaysia. Tiktok, yang memiliki ratusan juta pengguna di Indonesia, lebih memilih membangun data center di Johor dan Bangkok.
Mengapa? Ada banyak penyebabnya, mulai dari dari birokrasi yang rumit sampai ormas yang merepotkan. Karena itu, Hendra Suryakusuma (Ketua Indonesia Data Center Provider, IDPRO) berharap pemerintah bisa menghilangkan semua hambatan tersebut. “Karena jika industri data center berkembang, target pertumbuhan ekonomi 8% sangat mungkin tercapai”
Simak pembicaraan CIO Insight dengan Hendra Suryakusuma tentang seluk-beluk industri data center di Indonesia, termasuk mimpi menjadikan Indonesia sebagai pemimpin industri data center di Asia Pasific.


