Bank of America semakin agresif memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mempermudah proses bisnis di sektor keuangan. Kabar terbaru menyebut, raksasa perbankan AS itu meluncurkan AskGPS, asisten berbasis AI generatif yang dirancang khusus membantu divisi Global Payments Solutions (GPS).
Dengan AskGPS, Bank of America ingin menjawab tantangan klasik di dunia perbankan korporat: bagaimana sebuah perbankan mampu mendapatkan informasi dengan cepat, akurat, dan aman di tengah ribuan dokumen internal yang kompleks.
Cari Dokumen Kini Cukup Sekali Klik
Sebelum era AI generatif, staf GPS harus menelusuri pustaka digital perusahaan untuk menemukan dokumen tertentu. “Dulu, kami hanya bisa mencari dokumen manual. Ini bukanlah jawaban,” ujar Jarrett Bruhn, Head of Data and AI untuk GPS Bank of America. “Untuk menjawab pertanyaan yang rumit, prosesnya bisa memakan waktu hingga satu jam,” ujarnya seperti dikutip CIO Dive.
Kini semua berubah. AskGPS dilatih menggunakan 3.200 dokumen internal mulai dari panduan produk, term sheet, hingga FAQ. Dengan teknologi large language model (LLM), sistem itu mampu menjawab langsung pertanyaan pengguna dari lebih dari 40.000 klien bisnis di seluruh dunia, bukan sekadar menampilkan file referensi.
Selain cepat, AskGPS juga punya keunggulan yang jarang dimiliki sistem perbankan lain yaitu kemampuan berbicara dalam 29 bahasa. Bagi organisasi global seperti Bank of America, fitur ini sangat membantu karyawan dan nasabah di berbagai negara.
“Bagi karyawan baru, AskGPS adalah alat wajib. Kalau mereka bingung dengan istilah atau akronim baru, cukup tanya ke AskGPS tanpa harus membuang waktu mencari manual,” kata Bruhn.
Ide AskGPS muncul ketika kemampuan model bahasa besar mulai matang di level komersial. Tim engineer GPS berkolaborasi dengan tim teknologi global Bank of America sejak tahap desain hingga penerapan.
Hasilnya adalah sistem yang aman, mudah diintegrasikan, dan selaras dengan strategi AI bank yang berfokus pada pengembangan alat serbaguna lintas divisi. “Tujuan kami bukan sekadar membuat satu alat canggih, tapi menciptakan teknologi yang memberi manfaat bagi seluruh lini bisnis,” ujar Bruhn.
Sektor Perbankan, Lahan Subur bagi AI
Dengan sistem tata kelola dan regulasi yang ketat, industri perbankan menjadi salah satu sektor paling siap untuk mengadopsi AI generatif. “Perbankan adalah cetak biru bagaimana AI seharusnya diterapkan. Mereka sudah memiliki mekanisme pengawasan, tata kelola, dan manajemen risiko yang kuat,” kata Alexandra Mousavizadeh (Co-founder dan Co-CEO Evident Insights).
Keberhasilan AskGPS bukan langkah pertama Bank of America di bidang AI. Menurut laporan Evident Banking AI Index 2025, bank ini masuk 10 besar global untuk pertama kalinya sejak 2023.
Bank of America kini memegang 7.400 paten dan aplikasi paten, dengan 1.200 di antaranya terkait langsung dengan AI dan machine learning. Beberapa inovasi AI sebelumnya juga menunjukkan hasil signifikan. Erica for Employees, asisten virtual internal Bank of America kini digunakan oleh lebih dari 90 persen dari 213.000 karyawan. Bahkan, chatbot Erica sukses menangani hingga 58 juta interaksi pelanggan setiap bulan.
AI untuk Memperkuat, Bukan Menggantikan
Menurut Hari Gopalkrishnan (Chief Technology & Information Officer Bank of America), teknologi AI generatif telah membantu perusahaan mempercepat waktu ke pasar dan menyederhanakan proses internal.
Inovasi seperti AskGPS juga memperkuat hubungan antara penasihat keuangan dan klien. “Sejak awal, tujuan kami sederhana. Memberikan wawasan yang lebih dalam dan membangun kepercayaan yang lebih kuat antara bank dan nasabah,” katanya.
AskGPS menjadi simbol perubahan di industri perbankan. Bagaimana AI generatif bisa diadopsi secara bertanggung jawab, membantu manusia, bukan menggantikannya.
Dengan AskGPS, Bank of America menegaskan bahwa masa depan perbankan bukan hanya soal angka dan transaksi tetapi juga soal kecerdasan, efisiensi, dan kepercayaan.


